Musim Kemarau Masih Panjang di Jakarta, PAM Jaya Ajak Warga Hemat Air!

Musim Kemarau Masih Panjang di Jakarta, PAM Jaya Ajak Warga Hemat Air!

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 17:39 WIB
Musim Kemarau Masih Panjang di Jakarta, PAM Jaya Ajak Warga Hemat Air!
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - BMKG memprediksi musim kemarau berlangsung hingga akhir tahun ini. Tak heran kalau PAM Jaya mengajak warga Jakarta berhemat air.

"Kepada masyarakat DKI Jakarta agar tetap mempertahankan kebiasaan penghematan air. Walaupun sumber air baku yang dikirm ke Jakarta sampai saat ini masih dapat dipertahankan volumenya oleh PJT II dan PDAM Kab. Tangerang, namun ketergantungan sumber air baku dari luar wilayah Jakarta ini sangat ditentukan dan masih sangat mengandalkan terjadinya curah hujan di wilayah sumber air tesebut," kata Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat, Jumat (30/10/2015).

PAM Jaya dengan kedua mitranya Aetra dan Palyja menegaskan akan tetap berkomitmen melayani kebutuhan air bersih bagi warga DKI Jakarta. Seperti diketahui bahwa sumber air baku terbesar DKI Jakarta berasal dari Waduk Jatiluhur yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II (PJT II). Pada pertengahan September, tinggi muka air (TMA) Waduk Jatilhur adalah 94.22 mdpl namun saat ini TMA nya menjadi 88.5 mdpl (meter diatas permukaan laut). Secara rata-rata terdapat penurunan TMA di waduk Jatiluhur sebanyak 10 cm per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika kondisi kemarau ini berlangsung terus, maka diperkirakan pada akhir November TMA Waduk Jatiluhur menjadi 85.5. Pihak PJT II melalui Kepala Divisi 1 Dadang Hidayat menyampaikan bahwa dengan kondisi TMA pada level 85 mdpl atau pola kering sekalipun, PJT II akan tetap mengirimkan air baku ke Jakarta sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada.

PJT II menyampaikan bahwa saat ini mereka masih menggunakan turbin untuk mendorong air, dan jika TMA mencapai titik 49 mdpl, hollow jet akan diaktifkan guna mendorong air ke DKI Jakarta.

Selain air baku dari Jatiluhur, PAM Jaya juga mendapatkan air curah dari PDAM Kabupaten Tangerang. Saat ini posisi pasokan air curah masih relatif aman. Sementara pasokan air baku yang ada di wilayah Jakarta masih belum memungkinkan untuk diolah, hanya beberapa sungai saja yang bisa diproses menjadi air bersih.

IPA Taman kota yang menggunakan Cengkareng Drain sebagai sumber air bakunya beberapa kali di nonaktifkan sekalipun bisa beroperasi hanya 50-70% dari kapasitas normal, hal ini terjadi karena air bakunya mengalami intrusi air laut. IPA Cilandak hanya mampu menghasilkan 50% dari total kapasitas produksi, hal ini juga disebabkan oleh kualitas air baku Kali Krukut yang semakin menurun di musim kemarau ini.

Bagi masyarakat yang mengalami kekeringan dapat meminta bantuan tangki air bersih melalui call center berikut ini:

1. 021-2997999 (PT. PALYJA)

2. 021-8690999 (PT. AETRA)

3. 021-5737023 (PAM JAYA) (aws/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads