"Dari meja pimpinan kami mengusulkan untuk kita membuat redaksional keputusan yang betul-betul mengakomodir sikap fraksi yang membutuhkan penjelasan akhir. Kami paham semua fraksi inginkan yang terbaik untuk bangsa," kata pimpinan paripurna Taufik Kurniawan di ruang rapat paripurna gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
"Kami usulkan skors sejenak lobi merumuskan redaksional yang harus disimpulkan, walau kita tahu apa yang akan diputuskan. Skors sampai pukul 18.00 WIB," lanjut politisi PAN itu disusul ketokan palu. Tok!
"Sampai pukul 19.00 WIB ketua!" tiba-tiba ada anggota menyahut melalui mikrofon. Taufik yang sudah berdiri, lalu mengoreksi dan menetapkan skors sampai pukul 19.00 WIB dengan ketukan palu.
Sebelum skorsing itu, seluruh fraksi menyampaikan pandangan akhirnya terhadap RAPBN 2016. Pandangan itu masih sama seperti saat pengambilan keputusan di Banggar yang berlangsung hingga pagi tadi. 9 Fraksi setuju RAPBN 2016, Gerindra menolak.
"Fraksi Demokrat prinsipnya menerima RAPBN 2016 menjadi UU," ucap juru bicara Demokrat Rinto Subekti.
"Sikap PKS menerima RUU tentang RAPBN 2016, tapi catatan kritis mohon ditindaklanjuti jangan seperti angin lalu," lanjut juru bicara PKS yang fraksinya punya 18 catatan untuk RAPBN 2016.
Begitu juga dengan fraksi lainnya, kecuali Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu memilih menolak RAPBN karena bagi mereka, menerima dengan catatan atas masalah-masalah di RAPBN tidak akan diperhatikan serius pemerintah. (bal/tor)











































