Ternate dan Papua Bagus, Tapi Mengapa Hary Tanoe Pilih Lido?

Ternate dan Papua Bagus, Tapi Mengapa Hary Tanoe Pilih Lido?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 17:19 WIB
Ternate dan Papua Bagus, Tapi Mengapa Hary Tanoe Pilih Lido?
Hary Tanoesudibjo (reno/detikcom)
Jakarta - Indonesia memiliki banyak lokasi eksotis dan menawan sehingga bisa dipoles menjadi tempat destinasi baru wisata. Tak melulu Bali dan Lombok. Tapi mengapa Hary Tanoesudibjo lebih memilih Lido, Sukabumi sebagai pusat wisata baru?

"Ternate, Sulut, Papua, bagus," kata Hary Tanoe saat berkunjung ke kantor detikcom, Gedung Aldevco Octagon, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jaksel, Jumat (30/10/2015).

Namun, untuk industri pariwisata, Indonesia timur itu masih belum didukung sarana dan prasarana yang memadai. Orang harus berjam-jam menggunakan pesawat yang frekeuensinya tidak banyak dan prasarana darat yang belum maksimal mendukung pariwisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tempat wisata harus dikasih sarana, infrastruktur dibaguskan dan ketiga harus dirawat," ujar Ketua Umum Partai Perindo itu. 

Sebelum menjatuhkan pilihan ke Lido, Hary Tanoe sempat melirik Bali untuk membangun lokasi wisata baru. Tapi ternyata tidak mudah mencari lahan di atas 200 hektare.

"Di Bali, ada tapi jauh di utara, ya nggak ada yang datang. Kalau di Bali nyari lahan 200 hektare di mana?" kata Hary Tanoe.

Ia menilai pembangunan Bali sangat terlambat di banding Phuket, Thailand. Pengembangan wisata hanya ada di Bali selatan, sementara Bali timur dan Bali utara tertinggal. Pembangunan jalan tol untuk membelah Bali sampai hari ini belum terlaksana.

"Bali itu muter-muter di situ saja. Hanya segitu. Sama Phuket kalah, yang berkembang hanya selatan," papar pengusaha yang akrab dipanggil HT ini.

Setelah melakukan banyak survei, HT akhirnya menjatuhkan pilihan ke Lido, Sukabumi. Nantinya akan dibangun sebuh kawasan wisata baru yang sangat luas sehingga pengunjung--anak,bapak, ibu, orang dewasa-- tidak usah keluar dari zona wisata untuk berlibur. Akan disediakan hotel, resort, tempat makan, wahana bermain berkelas dunia hingga factory outlet.

"Lido itu dekat dengan Jakarta. Tol akan dibangun, dekat dengan bandara dan udara dingin. Dicari di lokasi di manapun, saya sudah survei, Lido tempatnya," ucap HT optimis.

Tim HT juga telah melakukan survei pembangunan ke Sulawesi Utara (Sulut) dengan kondisi alam serupa yaitu tanah luas dan udara yang dingin. Tapi sarana dan prasarana yang susah terjangkau membuat suami Liliana Tanaja Tanoesoedibjo ini mengurungkan niatnya.

"Ada di Sulut, tapi infrasftrukturnya? Orang tidak mau datang ke sana hanya untuk itu," cetus HT.

Nah, industri pariwisata ini juga menjadi salah satu program Partai Perindo untuk mengurangi jurang kemiskinan di Indonesia. Sebab industri pariwisata bisa menimbulkan efek domino yang beragam dari menyerap tenaga kerja warga setempat, devisa hingga nama Indonesia di dunia internasional.

"Dan saya mendorong pemerintah yang sekarang terus membangun sarana/prasarana untuk itu," pungkasnya. (asp/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads