"Bung Karno pernah berujar, 'Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia'. Kalimat tersebut, mencerminkan bahwa Pemuda merupakan generasi penerus perjuangan untuk mewujukan cita-cita bangsa," kata Zulkifli di acara Mahasabha ke-10 dan Kongres Pemuda Hindu di Surabaya, seperti siaran pers MPR RI, Jumat (30/10/2015).
Zulkifli kemudian menjabarkan sejarah perjuangan pemuda dalam memerdekakan Indonesia. Semangat juang para pahlawan diharapkan ditiru para pemuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Ketum PAN ini, pemuda tidak selalu identik dengan kekerasan dan anarkisme tetapi daya pikir revolusionernya yang selalu menjadi kekuatan utama.
"Hal inilah yang Saya lihat justru ada di dalam hati sanubari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia yang mewakili komponen-komponen pemuda, mahasiswa, dan cendikiawan dari seluruh Indonesia," katanya.
Zulkifli kemudian kembali mengutip pidato Bung Karno untuk membakar semangat para pemuda yang hadir.
"Bung Karno dalam pidatonya tanggal 17 Agustus tahun 1965, ia menyebut 'Tahun Berdikari'. Bung Karno mengemukakan prinsip berdikari, yakni 'berdaulat dalam bidang politik', 'berdikari dalam bidang ekonomi', dan 'berkepribadian dalam kebudayaan'. Hal ini kian menguatkan dan memberi pesan pada kita semua bahwa perlunya bangsa Indonesia melepaskan ketergantungan pada pihak asing dan menjadi bangsa yang mandiri. Bung Karno menginginkan agar bangsa Indonesia benar-benar berdaulat dan tidak didikte oleh siapapun," pungkasnya. (van/tor)











































