Presiden SBY:
Harga Sembako Relatif Stabil
Rabu, 02 Mar 2005 14:33 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui terjadi peningkatan harga jual sembako di pasaran. Namun kenaikan tersebut bukanlah akibat langsung dari naiknya harga BBM sejak 1 Maret kemarin."Hari pertama rata-rata stabil, naik turun harganya sesuai hukum pasar permintaan dan penawaran. Ada karena faktor banjir, transportasi atau kelangkaan suplai," kata Presiden.Hal itu ia sampaikan kepada wartawan usai menyaksikan acara panen raya yang tengah berlangsung di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Rabu (2/3/2005).Berdasar hasil pemantauan pribadi yang dia lakukan sejak semalam hingga pagi tadi, menunjukkan bahwa selain terjadi kenaikan harga, ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga cukup drastis. Kenaikan paling mencolok adalah harga cabe merah keriting di Semarang sebesar 20%. Sedangkan yang mengalami penurunan adalah harga ayam broiler di Medan, yang juga sebesar 20%.Selain di Medan dan Semarang, kota lain yang menjadi sampel pemantauan Presiden, adalah Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Sementara harga komoditas sembako yang ia pantau adalah beras, gula, daging, telur, minyak tanah dan minyak goreng."Kalau saya lihat ada harga yang naik tidak wajar, saya meminta menteri perdagangan, gubernur, bupati, wali kota, camat turun semuanya ke pasar-pasar untuk mengendalikan. Terutama cek semua agen minyak tanah, karena harganya tidak naik," tambah Presiden.
(nrl/)











































