Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir mengatakan, hingga 29 Oktober 2015, tersisa 184 perguruan tinggi yang bermasalah. Pasalnya ada upaya perbaikan diri dari beberapa kampus.
"Dari 243 itu, ada yang menjadi lebih baik," ujar Nasir saat ditemui usai diskusi "Refleksi 1 Tahun Program dan Kinerja Kemenristek Dikti' di kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).
Nasir mengatakan, beberapa kementerian juga ikut menangani masalah perguruan tinggi 'abal-abal' ini, seperti Kementerian Agama. Ditegaskannya, akan ada 10 perguruan tinggi lagi yang sudah berbenah dan akan kembali aktif dalam pekan ini.
"Sepuluh perguruan tinggi ini segera kelar dalam minggu ini, keluar dari daftar 243 itu," kata Nasir.
Nasir menjelaskan, kampus yang dinonaktifkan itu tidak bisa lagi menerima mahasiswa baru. "Kalau kuliah jalan terus. Yang nggak boleh itu menerima mahasiswa baru dan wisuda," katanya.
(jor/nrl)











































