"Australia punya masalah yang sama," demikian kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson tentang pemberitaan yang ramai seputar 'Lone Wolf' Mal Alam Sutera, Tangerang.
Grigson menyampaikan hal tersebut kala berbincang di kantor detikcom, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015). Grigson menambahkan kasus 'Lone Wolf' di Australia seperti pada penyanderaan di Lindt Cafe di Sydney beberapa waktu lalu.
"Kami berpikir bahwa 'Lone Wolf' itu susah dideteksi, mereka memiliki hal-hal umum yang bagus, dan sedikit masalah psikologis," imbuhnya.
Baca juga infografis: Teror Bom si Jago IT
Ada gejala 'Lone Wolf' ini terjadi pada orang-orang muda. "Seperti pergi ke Suriah, tapi tak punya latar belakang, tak punya sejarah dengan kekerasan," tutur Grigson.
Ditambahkan Dubes Australia itu, otoritas Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mendeteksi dan mengungkap para lone wolf seperti ini.
Halaman 2 dari 1











































