SBY Ingatkan Angkot Tak Naikkan Tarif Seenaknya

SBY Ingatkan Angkot Tak Naikkan Tarif Seenaknya

- detikNews
Rabu, 02 Mar 2005 14:29 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para pelaku usaha transportasi angkutan umum tidak menaikkan tarif tanpa dasar perhitungan yang jelas, dengan alasan naiknya harga BBM."Kalau kenaikan harga BBM angkutan naiknya 6,5% tentu kenaikan ongkosnya juga sekitar itu. Jangan sampai 20%, apalagi 30%. Jangan menyalahgunakan kesempatan," tandas PresidenPernyataan tersebut disampaikan Presiden usai mengikuti panen raya di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Rabu (2/3/2005). Presiden menjawab pertanyaan mengenai respons pemerintah atas aksi mogok massal angkutan umum menuntut kenaikan tarif di beberapa daerah menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga jual premium dan solar untuk transportasi.Menurut Presiden, naiknya tarif yang tidak proporsional, tentu akan sangat memberatkan masyarakat luas sebagai pengguna utama jasa angkutan umum. Departemen Perhubungan telah memberikan pengarahan langsung kepada para kepala daerah bahwa besaran kenaikan tarif yang sesuai adalah berkisar antara 7,5% hingga 10%.Sedangkan angkutan antar kota antar propinsi (AKAP) tidak naik sama sekali, karena masih berada dalam toleransi tarif batas atas yang telah disepakati. Demikian juga dengan tarif kapal laut dan kereta api kelas ekonomi."Saya minta semua pejabat terkait turun lapangan. Pantau perkembangannya di terminal. Kontrol dan kendalikan, ini tugas pemerintah dan negara," kata Presiden.Sekadar diketahui, sejumlah angkutan di Jakarta juga telah menaikkan tarif berkisar 25 hingga 30%. (nrl/)


Berita Terkait