"Anda tak bisa mendapatkan anak sapinya. Tapi kami bisa membantu peternak dan teknologinya bila ingin mengembangbiakkan sapi," jawab Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson atas pertanyaan apakah Australia akan membantu meningkatkan kemampuan peternak Indonesia untuk mengembangbiakkan sapi.
Grigson ditanya saat berkunjung ke kantor detikcom, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2015). Grigson menambahkan yang paling penting untuk menjaga kestabilan harga sapi adalah perencanaan suplai, termasuk jumlah impor.
Dia berharap, tahun depan, sudah ada angka pasti yang dikeluarkan Indonesia di awal tahun. Pasalnya, membesarkan ternak-ternak tersebut juga membutuhkan waktu.
Namun Paul belum tahu hingga kini angka impor dari Pemerintah Indonesia untuk impor sapi dari Australia. Dia hanya merujuk angka-angka impor di tahun-tahun sebelumnya.
"Saya belum tahu. Namun merujuk 5 tahun terakhir, angkanya sekitar 500 ribu ekor sampai 700 ribu ekor per tahun," jelas Paul.
Masalah sapi ini juga akan dibahas kala Menteri Perdagangan Australia Andrew Robb ke Indonesia sekitar pekan ketiga November 2015 nanti. Mendag Andrew, imbuh Paul, akan membawa sekitar 200 pengusaha Australia yang terbagi dalam 8 tim.
"Dia akan ke Yogyakarta dulu menghadiri Indonesia-Australia Business Council Conference. Kemudian baru ke Jakarta menghadiri Indonesia-Australia Business Week," ungkap Paul.
Halaman 2 dari 1











































