Rumah Leopard berada di kompleks perumahan Banten Indah Permai, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Rumah satu lantai bercat putih tersebut saat ini terlihat kosong dan dipasangi garis polisi.
"Rumahnya sudah kosong sejak penggerebekan pertama. Karena anggota keluarga yang ada di rumah juga ikut diamankan," ujar Briptu Fandi yang berjaga di depan TKP, Jumat (30/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Rumah ini juga diberi pagar tembok berwarna hitam dan besi yang dicat warna serupa. Di halaman depan dibuat taman kecil dengan berbagai jenisย tanaman seperti mawar dan lidah buaya. Namun, banyak sampah berserakan di sekitar taman tersebut. Bagian samping rumah dimanfaatkan untuk mendirikan jemuran pakaian.
Pintu dan jendela rumah tertutup rapat. Terali yang melapisi pintu pun tampak tergembok.
![]() |
Baca juga infografis: Teror Bom si Jago IT
Di sekitar rumah, tampak beberapa orang personel Polsek Serang berjaga selama 24 jam. "Kami jaga bergantian selama 24 jam. Siapa tahu nanti akan ada olah TKP lagi," jelasnya.
Menurutnya, polisi sudah dua kali melakukan olah TKP. "Pertama pada Rabu (28/10) dan kemarin juga ada (olah TKP), ada beberapa barang dari rumah yang dibawa untuk pemeriksaan," kata dia.
![]() |
Leopard ditangkap dua jam setelah ledakan. Saat menggeledah rumahnya, Densus 88 juga menemukan bahan peledak berupa TATP yang masih aktif. Motif teror Leopard adalah memeras pengelola agar memberikan uang.
(mnb/nrl)














































