"Close protection team ini tugasnya memberikan pengamanan jarak dekat kepada VIP person seperti duta besar negara sahabat serta para kepala Instansi/lembaga yang memiliki kerawanan tinggi terhadap teror," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
![]() |
Adapun, personel yang bertugas dibentuk dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Obvit) Polda Metro Jaya. Personel dilengkapi senjata api laras pendek dan Handy Talkie (HT) sebagai alat komunikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum diterjunkan ke lapangan, sebanyak 50 personel Pam Obvit diberikan pelatihan teknis dan taktis pengawalan dan pengamanan. Pelatihan diselenggarakan di Gedung Mainhall Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Kedutaan Inggris.
"Tadi ada Kedutaan Inggris yang menyiapkan tim pelatih dan menghibahkan peralatan yang digunakan dalam pelatihan," imbuhnya.
![]() |
Dalam sambutannya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Tito Karnavian, MA, P.hD meminta agar tim yang dilatih saat ini dapat menyerap pelatihan yang diberikan dan menularkan kembali kepada anggota pam obvit lainnya.
Sedangkan Wakil Duta Besar Inggris Untuk Indonesia Mrs Juliet Maric dalam sambutannya meminta agar waktu pelatihan yang singkat hanya selama 2 minggu agar benar-benar dilaksanakan dengan baik, dan alat pelatihan yang dihibahkan dari Kedutaan Inggris bisa digunakan dalam pelatihan-pelatihan berikutnya.
![]() |
Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno yang juga hadir dalam pembukaan pelatihan, mengapresiasi kerjasama antara Polda metro Jaya dengan Kedutaan Inggris dalam peningkatan kemampuan personel Pam Obvit dalam pengamanan personel VIP.
(mei/jor)













































