Di SD yang terletak di Jalan Mardiusodo No. 4 Purworejo itu, Ganjar hanya menjalani pendidikan di kelas VI karena sebelumnya ia bersekolah di Karanganyar. Meski hanya setahun, ternyata banyak kenangan yang tidak terlupakan saat dia kelas VI.
Awalnya Gubernur Ganjar yang tiba di SDN 1 Kutoarjo mengajar siswa kelas 1 sampai 3 di aula belakang. Usai mengajar dan menyerahkan bantuan perangkat komputer, ia berjalan ke kelas yang berada di bagian depan, kelas itulah di mana Ganjar kecil sempat menimba ilmu.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berkeliling ruang kelas sambil melihat kursi-kursi. Ia kemudian berhenti di kursi barisan pertama dekat pintu urutan keempat dari depan, di kursi kayu itulah Ganjar mengalami hal tak terlupakan.
"Ini bangku kenangan saya, masih sama, tidak berubah," celetuk Ganjar yang duduk di antara para siswa kelas VI SDN 1 Kutoarjo, Jumat (30/10/2015).
Ganjar kemudian duduk di kursi barisan terdepan dan mulai bercerita. Biasanya saat dia tidak bisa menjawab pertanyaan guru Matematika yang dikenal "killer" maka dia dihukum duduk di deretan depan.
"Namanya Pak Tikno, beliau guru matematika. Kalau tidak saya bisa menjawab, dihukum harus duduk depan, ya di sini," ujarnya.
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom) |
Tidak hanya dihukum duduk di deretan depan, ternyata Ganjar pernah dihukum membersihkan bangku dan meja menggunakan lap basah akibat perilakunya sendiri.
"Masih ingat sekali saya pernah dihukum suruh membersihkan bangku dan meja. Ngosek meja sampai bersih. Masih ada enggak sekarang?" kenang Ganjar.
Ia juga berinteraksi dengan para siswa yang kebetulan juga ada yang ayahnya bekerja sebagai polisi. Ayah Ganjar, Parmuji merupakan anggota polisi yang bertugas di Purworejo sehingga ia harus pindah sekolah di SDN 1 Kutoarjo.
"Dulu saya, duduk di situ, kalau ngerjain soal tidak bisa, dikethak (dijitak), kita tegang akhirnya belajar lagi. Sekarang kalau ada yang dikethak bapake lapor pelanggaran HAM," ujarnya.
Setelah bernostalgia di SDN 1 Kutoarjo, Ganjar berjalan kaki sekira 100 meter menuju SMPN 3 Kutoarjo yang juga merupakan tempatnya menimba ilmu. Bahkan ia juga bertemu dengan gurunya yang masih mengajar hingga saat ini.
"Saya dulu juga sekolah di sini. Dulu namanya masih SMPN 1 Kutoarjo," ujarnya sebelum memulai Ganjar Mengajar. (alg/try)












































(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)