Walaupun tak menyokong pendanaan secara penuh, kehadiran pucuk pimpinan Kementerian Perdagangan sebagai pelopor keikusertaan Indonesia di ajang lima tahunan ini sangat diharapkan.
Namun sayang, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas T. Lembong membatalkan jadwal kehadirannya pada H-1. Demikian disampaikan Nus Nuzulia Ishak, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan yang juga menjabat sebagai Komjen Paviliun Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah penyelenggara dan para relawan yang sangat mengharapkan kehadiran Mendag. Di event berskala internasional yang diikuti 147 negara tersebut, hampir 100 anak muda diterbangkan dari Jakarta ke Milan. Bahu membahu mereka menjalankan operasional Paviliun Indonesia dari hari ke hari selama enam bulan.
Sekitar 200 warga Indonesia yang bermukim di Italia juga tak ketinggalan berkontribusi. Ada yang terlibat langsung di Paviliun Indonesia sebagai relawan membantu menerjemahkan -sebagian besar pengunjung adalah warga Italia-, ada juga yang terlibat mengisi acara kebudayaan.
Kecil hati. Setidaknya itu yang tersirat ketika Direktur Paviliun Indonesia Budiman Muhammad dan Chadijah Hasby dari Persatuan Indonesia Italia menjelaskan tanggapannya soal batalnya kehadiran Mendag.
"Masing-masing paviliun di Milan Expo punya acara National Day. Biasanya pemimpin negara yang hadir, setidaknya setingkat menteri. Paviliun Rusia dikunjungi Vladimir Putin. Malaysia ada PM Najib Razak. PM Jerman Angela Merkel juga. Di Amerika Serikat, sempat Michelle Obama datang," tutur Budiman, Kamis (29/10/2015) waktu Milan.
Sedangkan di Paviliun Indonesia, tak ada presiden bahkan menteri yang datang di acara National Day. Kehadiran pemerintah diwakili oleh Dirjen Kemendag Nus Nuzulia Ishak.
"Mungkin ada kepentingan negara yang lebih penting. Tapi tetap sangat disayangkan. Acara ini dibuka oleh menteri. Setidaknya ditutup oleh menteri juga. Apalagi target pengunjung 2 juta sudah terlampaui bahkan hampir dua kali lipatnya. Ini berkat kerja keras teman-teman," ujar Budiman yang sudah enam bulan menetap di Milan.
Sedangkan Chadijah Hasby dari Persatuan Indonesia Italia mengaku kecewa. "Kecewa sekali. Enam bulan teman-teman terlibat. Membawa nama Indonesia. Harapannya pemerintah bisa apresiasi langsung. Tapi sepertinya ada yang lebih jadi prioritas," ujar perempuan yang akrab disapa Peppy ini yang sudah sejak tahun 2000 bermukim di Italia.
Rangkaian upacara penutupan Paviliun Indonesia akan dimulai hari ini, Jumat (30/10/2015) dengan penampilan dari musisi muda yang berkarya di luar negeri. Dua di antaranya pianis muda tuna netra Ade Irawan dan pemain biola Iskandar Widjaja.
Sabtu (31/10/2015) MIlan Expo 2015 resmi ditutup. Mulai pukul 16.00 waktu setempat, pintu gerbang Milan Expo ditutup. Tak boleh ada lagi pengunjung yang masuk. Paviliun Indonesia rencananya akan menurunkan bendera merah putih yang telah enam bulan berkibar.
"Tadinya bendera tersebut akan kami serahkan ke Pak Menteri. Walaupun acara ini tidak didukung penuh pemerintah secara pendanaan, tapi kami ingin menyerahkan simbol negara kepada negara," jelas Budiman yang juga menuturkan bahwa hanya dua dari 147 negara yang penyelenggaraan paviliunnya tidak dibiayai pemerintah. Yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.
Jika berkenan, tambah Budiman yang diamini Peppy, Mendag dapat hadir di hari terakhir. "Mudah-mudahan Pak Menteri bisa tetap hadir. Kami masih menunggu. Jika hari ini tidak bisa, setidaknya besok. Semoga masih terkejar," ucapnya. (inn/dra)











































