Presiden SBY Berterima Kasih pada Pengunjuk Rasa BBM
Rabu, 02 Mar 2005 14:13 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengucapkan berterima kasih dan penghargaannya kepada para pengunjuk rasa yang beraksi menolak kenaikan harga BBM. Mereka, menurut SBY, telah mengingatkan pemerintah agar menyalurkan dana kompensasi secara bertanggung jawab. "Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada saudara kita yang berunjuk rasa, protes dan aksi yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah atau yang meminta agar kompensasi dijalankan dengan benar dan tidak ada korupsi di tengah jalan," kata Presiden.Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada wartawan, usai mengikuti panen raya di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Rabu (2/3/2005).Presiden menegaskan, bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan mekanisme dan sistem penyaluran dana kompensasi. Secara langsung, dia telah mengintruksikan para gubernur untuk aktif mengawasi dan menjaga setiap tahap dari kegiatan penyaluran dana kompensasi di wilayah kerjanya masing-masing.Demi transparansi dan objektifitas, ia mengundang semua unsur civil society untuk ikut melakukan pengawasan. Termasuk para auditor sawasta dan independen untuk juga melakukan audit pemyaluran dana kompensasi."Saya minta wartawan blow up kalau ada keganjilan di mana pun dan siapa pun. Jangan main-main dengan kompensasi sosial untuk rakyat. Saya akan memberi sanksi terberat kalau sampai ada korupsi dalam penyalurannya," janji Presiden.residen juga berterimah kasih karena ribuan orang peserta unjuk rasa mampu menjaga aksinya sehingga berjalan dengan tertib dan aman. Keamanan dan stabilitas politik nasional pun tetap terjaga.Menurut Presiden kenyataan itu amat mengembirakan, mengingat gelombang aksi serupa 6 tahun lampau berbuntut pecahnya kerusuhan dan huru-hara."Saya mengucapkan terima kasih karena mereka telah menyampaikan aspirasinya secara tertib dan sesuai dengan norma demokrasi. Saya sebagai presiden mendengar dengan seksama tuntutannya. Kami tidak buta dan tidak tuli dengan apa yang dirasakan rakyat," ujar Presiden panjang lebar.
(nrl/)











































