Buku-buku yang dipinjamkan Yayan cukup beragam. Mulai dari buku pelajaran sekolah, buku-buku islami dan buku umum. Di keluarganya memang ada tradisi beli satu buku setiap satu bulan sekali. Buku-buku tersebut dikumpulkan dari koleksi pribadi Yayan, istrinya dan dua anaknya.
"Jadi saya membiasakan untuk membeli buku satu bulan satu kali. Jadi waktu saya masih jadi PNS, suka rapat di Bandung, pulangnya saya pasti beli buku," kata Yayan ditemui detikcom di kediaman sekaligus toko dan perpustakaan di Jalan Kudang Cipakat, Singaparna Tasikmalaya, Kamis (29/10/2015) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peminjam hanya didata saja identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Yayan mengaku tidak pernah menagih. Peminjamnya saat ini semuanya jujur untuk mengembalikan.
"Modalnya cuma kejujuran saja. Bahkan ada yang meminjam sudah lama, bukan saya yang menelepon. Tapi dia yang menelepon saya, minta maaf kalau belum bisa mengembalikan," ungkapnya.
Bagi warga sekitar rumahnya yang ingin mengerjakan tugas namun tidak memiliki komputer, Yayan juga memperbolehkan satu unit komputernya untuk dipakai mengerjakan tugas. Di tokonya juga tersedia Wi-Fi gratis bagi yang ingin mendapatkan koneksi Internet dengan cuma-cuma.
"Suka ada yang mengerjakan tugas mengetik di sini. Sambil update status di facebook. Tapi tenang, saya kontrol dari belakang, biar enggak buka yang macam-macam," kata pria yang sudah pensiun dari PNS sejak 10 tahun lalu ini.
Tiga kali seminggu, Yayan juga mengajak anak-anak sekitar rumahnya untuk satu jam bersama Al-Quran. Karena masih program baru, memang belum ramai, Yayan masih melihat animo dari warga sekitar. Jika semakin baik, maka akan dirutinkan.
"Masih Seminggu tiga kali. Lihat animonya dulu seperti apa. Rumah saya ini teh sudah tidak layak huni. Berisik, banyak kendaraan lewat. Jadi ya sudah saya bikin layak saja dimanfaatkan seperti ini," tandasnya. (avi/dra)










































