Melalui grafologi atau analisis kepribadian melalui tulisan tangan, grafolog Deborah Dewi mengungkap perbedaan kedua pemimpin itu. Deborah melakukan analisis dari tulisan Soeharto dan Jokowi pada buku tamu Blair House yang dikirimkan detikcom.
"Optimistis, percaya diri dan sangat berani mengambil risiko. Itulah gambaran umum gaya kepemimpinan yang terlihat dari analisa tulisan tangan Bapak Presiden Soeharto pada masanya di era tahun 1970-an," tutur Deborah mengawali analisisnya lewat surat elektronik, Jumat (30/10/2015).
![]() |
"Bedanya dengan gaya kepemimpinan Pak Jokowi adalah, hasil analisa tulisan tangannya dengan menggunakan kombinasi indikator yang sama menunjukkan bahwa Jokowi lebih mengukur dan sangat mempertimbangkan faktor manajemen risiko," lanjut Deborah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana jika perhitungan keuntungan kerja sama antara 2 negara yang diyakininya menguntungkan itu salah? Sebagai sosok yang menganggap penting sebuah penghormatan dan penghargaan, maka Beliau juga akan selalu menghormati orang yang dianggap lebih dari dirinya dan menginginkan hal serupa," ungkap Deborah. (bag/dra)











































