Grafolog: Soeharto Pengambil Risiko dan Jokowi yang Penuh Kalkulasi

Grafolog: Soeharto Pengambil Risiko dan Jokowi yang Penuh Kalkulasi

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 07:50 WIB
Grafolog: Soeharto Pengambil Risiko dan Jokowi yang Penuh Kalkulasi
Foto: Shohib Masykur
Jakarta - Ada yang menarik dari guratan tulisan Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden RI Joko Widodo. Keduanya memiliki karakteristik masing-masing yang tercermin dari tulisan mereka.

Melalui grafologi atau analisis kepribadian melalui tulisan tangan, grafolog Deborah Dewi mengungkap perbedaan kedua pemimpin itu. Deborah melakukan analisis dari tulisan Soeharto dan Jokowi pada buku tamu Blair House yang dikirimkan detikcom.

"Optimistis, percaya diri dan sangat berani mengambil risiko. Itulah gambaran umum gaya kepemimpinan yang terlihat dari analisa tulisan tangan Bapak Presiden Soeharto pada masanya di era tahun 1970-an," tutur Deborah mengawali analisisnya lewat surat elektronik, Jumat (30/10/2015).

"Bedanya dengan gaya kepemimpinan Pak Jokowi adalah, hasil analisa tulisan tangannya dengan menggunakan kombinasi indikator yang sama menunjukkan bahwa Jokowi lebih mengukur dan sangat mempertimbangkan faktor manajemen risiko," lanjut Deborah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia kemudian membaca bahwa Soeharto amat berani mengambil risiko sehingga bila ada perjanjian yang salah antara RI dengan AS pada era tersebut, itu bukan dengan sengaja. Mungkin ketika itu Soeharto terlalu yakin dan tak melihat adanya risiko yang dihadapi.

"Bagaimana jika perhitungan keuntungan kerja sama antara 2 negara yang diyakininya menguntungkan itu salah? Sebagai sosok yang menganggap penting sebuah penghormatan dan penghargaan, maka Beliau juga akan selalu menghormati orang yang dianggap lebih dari dirinya dan menginginkan hal serupa," ungkap Deborah. (bag/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini