Dipanggil Presiden, Mendag Lembong Batal Tutup Paviliun Indonesia Milan Expo

Laporan dari Milan

Dipanggil Presiden, Mendag Lembong Batal Tutup Paviliun Indonesia Milan Expo

Ine Yordenaya - detikNews
Jumat, 30 Okt 2015 05:59 WIB
Dipanggil Presiden, Mendag Lembong Batal Tutup Paviliun Indonesia Milan Expo
Foto: Tom Lembong (kanan) bersama Presiden Jokowi (tengah). (Agung Pambudhy/detikcom).
Milan - Nyaris enam bulan sudah Milan World Expo 2015 digelar. Ajang dunia lima tahunan yang diikuti 147 negera ini akan ditutup pada penghujung bulan Oktober ini. Paviliun Indonesia rencananya akan menggelar upacara penutupan mulai Jumat (30/10/2015).

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas T. Lembong dijadwalkan hadir di rangkaian acara tersebut. Sederet persiapan di lokasi sudah dilakukan. Namun sayang, H-1, Mendag membatalkan kehadirannya di event yang berlangsung di lahan 110 hektar tersebut.

"Saya baru dapat informasi Pak Menteri tidak dapat ke sini. Semoga kalian tidak kecewa ya. Tapi yang terpenting perkembangan Paviliun Indonesia sudah sangat baik," ucap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak kepada para wartawan yang sedang berkumpul di Paviliun Indonesia Milan World Expo, Kamis (29/10/2015) malam waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nus menambahkan, Mendag yang sedang melakukan lawatan kerja ke Amerika Serikat diminta kembali ke tanah air oleh Presiden Jokowi. Ada urusan mendesak apa hingga Mendag harus mempercepat kepulangannya ke tanah air, Nus tak menjelaskan lebih lanjut.

Mendag direncanakan hadir di Paviliun Indonesia untuk memulai upacara penutupan paviliun secara internal pada Jumat (30/10) pukul 11.00 waktu Milan. Masuk di dalam rangkaian acara adalah penyerahan simbol negara berupa bendera merah putih yang sudah enam bulan berkibar di depan Paviliun Indonesia yang memiliki luas 1.175 meter persegi itu.

Paviliun Indonesia berdiri di ajang pameran terbesar di dunia, Milan World Expo 2015, berkat inisiatif pihak swasta, yaitu Didi Petet di bawah bendera Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN). Pemerintah sebelumnya memutuskan tidak mengalokasikan APBN untuk penyelenggaraan Paviliun Indonesia di World Expo 2015. Didi mengajukan diri untuk mengelola, dan diberi restu oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan.

"Kementerian membantu tidak dengan dana langsung. Tapi dari penyelenggaraan beberapa mata acara untuk memeriahkan paviliun. Dan ada juga forum bisnis," tutur Budiman Muhammad, Direktur Paviliun Indonesia, Kamis (29/10) malam.

Agenda Mendag di Milan Expo antara lain, Jumat (30/10) berkunjung ke Paviliun Indonesia dan negara peserta Milan Expo seperti Italia, Jepang, dan Thailand. Sabtu (31/10) menerima penyerahan simbol negara, dilanjutkan dengan menghadiri seremonial penutupan MIlan World Expo yang dihadiri Presiden Italia Sergio Mattarella. Minggu (1/11) bertolak kembali ke Indonesia.

Budiman yang sudah enam bulan berada di Milan untuk mempromosikan Indonesia tetap berharap Mendag bisa hadir. "Kalau memang tidak bisa tanggal 30 seperti rencana awal, setidaknya digeser ke tanggal 31 (Sabtu). Sangat disayangkan kalau dibatalkan," ujar Budiman dengan nada pelan. (iny/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads