Dukung RAPBN 2016 di Rapat Banggar, PDIP Bacakan Pesan Bung Karno

Dukung RAPBN 2016 di Rapat Banggar, PDIP Bacakan Pesan Bung Karno

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 23:30 WIB
Dukung RAPBN 2016 di Rapat Banggar, PDIP Bacakan Pesan Bung Karno
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama pemerintah, akhirnya sampai pada pandangan fraksi-fraksi yang dimulai pukul 22.35 WIB. Fraksi PDIP menyampaikan persetujuannya sambil mengutip pesan Bung Karno di Hari Sumpah Pemuda.

"RAPBN 2016 disusun untuk pertama kalinya secara utuh oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi mulai merealisasikan visi misi nawa cita yang merupakan janji kampanye pada pemilu 2014," ucap juru bicara F-PDIP Daniel Lumban Tobing mengawali pandangan fraksinya di rapat Banggar, gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Daniel mengatakan, PDIP memberikan catatan-catatan kritis atas RAPBN 2016 yang disusun oleh pemerintah dan diajukan kepada DPR. Ada 5 catatan yang disampaikan Fraksi PDIP di hadapan beberapa menteri yang hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, perkiraan penerimaan negara yang jauh berbeda dengan nota keuangan yang disampaikan Presiden Agustus lalu, terlepas dari kondisi global adalah langkah yang kurang cermat. Kedua, koreksi atas pertumbuhan ekonomi dan penetapan kurs menyebabkan pendapatan negara turun.

"Ketiga, kebijakan pembiayaan melalui PMN untuk BUMN senilai Rp 40,32 triliun, PDIP berpandangan alokasi anggaran PMN sudah selayaknya direlokasi untuk program kerakyatan dalam bentuk padat karya," papar Daniel.

Keempat, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang terus meningkat merupakan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi daerah. Dalam RAPBN 2016 pemerintah alokasikan pembangunan infrastruktur Rp 80-100 miliar per daerah yang merupakan directive Presiden.

Kelima, peningkatan dana desa Rp 20,7 triliun menjadi Rp 46,9 triliun adalah bukti pemerintah memperhatikan pembangunan berbasis desa. "PDIP mendukung langkah pemerintah meningkatkan dana desa sesuai UU Desa," lanjutnya.

"Dengan ini PDIP menyetujui RUU tentang RAPBN tahun 2016 untuk disahkan menjadi undang-undang, sepanjang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan memperhatikan catatan kritis di atas," imbuh Daniel.

Sebelum menutup paparannya, Daniel membacakan pesan Presiden RI ke-1 Soekarno dalam peringatan sumpah pemuda 28 Oktober. Begini pernyataan yang dikutip PDIP:

"Jangan warisi abu sumpah pemuda, tapi warisi api sumpah pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu sumpah pemuda, saudara akan puas dengan Indonesia sekarang. Sudah satu bahasa, bangsa dan tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir!"

"Merdeka..!!!" tutup Daniel disambut sahutan 'merdeka' oleh beberapa orang. (miq/bag)


Berita Terkait