JK: Harus Ada Etika dan Perlindungan Kerja di Negara-negara OKI

JK: Harus Ada Etika dan Perlindungan Kerja di Negara-negara OKI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 19:16 WIB
JK: Harus Ada Etika dan Perlindungan Kerja di Negara-negara OKI
Foto: (Dok. Sekretariat Kabinet)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan soal etika kerja di negara-negara peserta Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Etika yang dimaksud adalah soal perlindungan, gaji serta penerimaan dan pengiriman tenaga kerja.
Β 
"Kita selalu pahami prinsip, antara lain prinsip kerja, perburuhan dalam Islam di mana hadis Rasulullah 'bayarlah gaji pekerjamu sebelum keringatnya kering'. Artinya bagaimana agama Islam selalu memberikan pendekatan menjaga pekerja sebaik-baiknya, bagaimaana gajinya, juga untuk kesejahteraannya," ujar JK.
Β 
JK mengatakan ini dalam sambutannya pada The 3rd Islamic Conference Labour Minister (ICLM) atau Konferensi Tingkat Menteri Tenaga Kerja OKI ke-3 di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2015).
Β 
Soal kesejahteraan termasuk pembayaran gaji harusnya dapat dipahami oleh negara-negara OKI. Oleh karenanya JK meminta ada kesamaan etika di kalangan negara Islam, termasuk kesamaan etika dalam menerima dan mengirim tenaga kerja di antara negara-negara OKI.
Β 
"Perlindungan bukan hanya cara bekerja, tapi bagaimana kita datang sebagai saudara, kita yang datang dari negara Islam dapat terlindungi bekerja di negara anggota lain OKI," ucapnya.
Β 
JK juga menyampaikan kesedihannya soal banyaknya umat Islam yang menjadi migran dan pengungsi di Eropa untuk mencari pekerjaan yang layak. Seharusnya negara-negara OKI dapat dapat memfasilitasi hal tersebut.
Β 
"Saat kita melaksanakan hijrah, kita melihat begitu banyak umat Islam dari banyak negara berhijrah ke Eropa untuk cari keselamatan. Karena itu maka kerjasama ini penting untuk menjaga keselamatan, menjaga stabilitas dan bagaimana mengurangi konflik kita semua," terangnya.
Β 
"Sehingga apabila kita bicara tentang employment berarti kita bicara tentang stabilitas juga dan bagaimana perbaikan di negara OKI. Indonesia sebagai negara penduduk Islam terbesar tentunya sangat mengharapkan kerjasama yang baik ini, sangat mendukung kerjasama yang baik ini," tutur JK.
Halaman 2 dari 1
(fiq/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads