Menaker Hanif Lobi Negara Timur Tengah Soal Perlindungan TKI

Menaker Hanif Lobi Negara Timur Tengah Soal Perlindungan TKI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 18:53 WIB
Menaker Hanif Lobi Negara Timur Tengah Soal Perlindungan TKI
Foto: (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengelar serangkaian pertemuan tingkat menteri dengan menteri-menteri tenaga kerja di negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hanif melakukan lobi untuk perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara-negara Islam, khususnya negara-negara Timur Tengah.
 
"Kami menjajaki pertemuan dengan para menteri dari Negara OKI ini untuk penguatan kerjasama dalam hal perlindungan migrant workers dan peningkatan kesejahteraan mereka," ujar Hanif di sela-sela acara pembukaan 3rd Islamic Conference of Labour Ministers di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
 
Tema yang diangkat dalam konferensi ini adalah "Mainstreaming youth employment and occupational safety and healt (OSH)". Hadir dalam acara ini, perwakilan dari 35 negara OKI dan 17 menteri tenaga kerja dari Negara OKI.
 
Pada pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja Qatar misalnya, lanjut Hanif, menghasilkan poin pentingnya peningkatan kerjasama antar kedua negara dalam melindungi pekerja migran secara maksimal. Hal ini sangat penting agar kedua negara merasa nyaman dalam menjalin kersama karena sama-sama mendapatkan keuntungan.
 
"Dari pertemuan dengan menteri tenaga kerja Qatar tadi misalnya, kita jadi tahu bahwa mereka tertarik juga membangun BLK di Indonesia, agar migrant worker yang dikirim ke Qatar betul-betul sesuai seperti yang mereka butuhkan. Banyak poin lain yang kita bahas juga yang bernilai positif buat bangsa dan negara kita," terang dia.
 
Selain itu, berbagai isu ketenagakerjaan juga dibahas, antara lain soal peningkatan kompetensi dengan pelatihan kepada para pekerja, dan tindak lanjut konkret dari peningkatan kerjasama bilateral antar kedua belah negara dalam bidang ketenagakerjaan. Hal ini penting agar perbaikan nasib pekerja Indonesia yang bekerja di Negara-negara OKI semakin baik perlindungan dan kesejehteraannya.  
 
"Pertemuan yang kita gelar sangat positif dan berlangsung dengan penuh kekeluargaan, kita sharing best practice dari masing-masing negara soal penanganan isu-isu ketenagakerjaan," terangnya.
Halaman 2 dari 1
(fiq/nwk)


Berita Terkait