"Secara prinsip tentu PDIP bisa menerima RAPBN 2016. Aspirasi pro rakyat tersebut sangat baik. Karena itulah PDIP setuju agar PMN tidak perlu dialokasikan pada APBN 2016," kata anggota komisi XI DPR yang membidangi keuangan Andreas Eddy Susetyo di gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Politisi PDIP itu menilai persoalan pokok terkait RAPBN 2016 sebetulnya hanyalah soal PMN untuk BUMN saja. Di luar itu diyakini semua fraksi akan setuju dengan RAPBN yang diajukan pemerintah sehingga tak perlu aada penolakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, PMN untuk BUMN dapat direalokasikan untuk program kerakyatan secara langsung seperti pembangunan jalan di desa-desa, perbaikan saluran irigasi, bendungan, dan perbaikan rumah kurang layak huni. Β
"Realokasi dana PMN sebesar lebih dari Rp. 30 triliun akan menjadi stimulus ekonomi kerakyatan daripada digelontorkan ke BUMN," ucap Andreas.
Sebagaimana diketahui, soal PMN ini menjadi alasan paling kuat fraksi yang tergabung dalam KMP menolak RAPBN 2016.Β PMN tahap I dalam APBNP 2015 sebesar Rp 43 triliun baru terserap sebesar Rp 8 triliun. KMP ingin tambahan dari alokasi dana PMN dialokasikan ke dana desa. (bal/tor)











































