Agung Laksono: KMP Jangan Ganjal RAPBN 2016!

Agung Laksono: KMP Jangan Ganjal RAPBN 2016!

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 16:59 WIB
Agung Laksono: KMP Jangan Ganjal RAPBN 2016!
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - RAPBN 2016 terancam batal disahkan karena ada penolakan dari fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Ketua umum Golkar Munas Ancol Agung Laksono meminta jangan karena satu masalah kemudian RAPBN 2016 ditolak.

"Kita tidak setuju kalau menahan laju proses RAPBN, ini akan ganggu proses pembangunan," ucap Agung Laksono kepada detikcom, Kamis (29/10/2015).

Agung mengatakan, fraksinya di DPR meski menerima tapi tetap memberikan catatan-catatan kepada pemerintah. Hanya saja catatan itu tidak perlu sampai menghambat pengesahannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira yang dipersoalkan bukan RAPBN secara keseluruhan, tapi soal PMN (Penyertaan Modal Negara). Nah itu saja sebagai catatan, fokus ke situ saja. Bahwa (pos) RAPBN lain saya kira tidak jadi masalah," paparnya.

Terkait PMN itu, Agung juga sepakat perlu dikritisi yaitu soal penambahan anggaran untuk PMN sekitar Rp 38 triliun. Menurutnya angka yang besar itu bisa dialokasikan ke pos lain misal dana desa atau BUMN dan lainnya.

"Pada dasarnya saya tidak setuju RAPBN 2016 tersendat apalagi ada istilah disandera, nggak boleh. Tapi juga tidak menerima begitu saja, harus ada pertimbangan adanya pemikiran-pemikiran yang harus dihargai. Terutama PMN tadi, kenapa terlalu besar?" ucap mantan Menkokesra itu.

Baca juga: Ketua Banggar DPR: KMP Tolak RAPBN 2016

Agung enggan berspekulasi soal penolakan KMP terhadap RAPBN 2016 apakah hanya gara-gara masalah PMN. Menurutnya, semua hal bisa didiskukan dalam rapat Banggar terakhir hari ini, sebelum ke paripurna.

"Sebaiknya hal-hal seperti itu dibicarakan dan diputuskan bersama dengan mempertimbangkan berbagai aspek," tuturnya.

"Tentu harus dibahas dulu PMN-nya. Jadi RAPBN itu diloloskan tidak dengan catatan lagi, kita tidak ingin sisakan masalah," tegas Agung. (miq/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini