Bom Leopard Kasus Pertama TATP di RI, di Luar Negeri Dipakai 'Shoe Bomber'

Bom Leopard Kasus Pertama TATP di RI, di Luar Negeri Dipakai 'Shoe Bomber'

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 16:51 WIB
Bom Leopard Kasus Pertama TATP di RI, di Luar Negeri Dipakai Shoe Bomber
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Bom jenis Triaceton Triperoxide (TATP) yang digunakan pelaku teror di Mal Alam Sutera, Tangerang Selatan, adalah kasus pertama di Indonesia. Di negara barat, pelaku teror yang menggunakan bom TATP sudah pernah terjadi beberapa kali.

"TATP ini adalah bom pertama kali terjadi di Indonesia. Ini yang menarik. Menggunakan chemical bom namanya," terang Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Di negara barat, kasus bom menggunakan TATP pernah terjadi dua kali yakni di Miami tahun 2001 dan di London tahun 2005.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"TATP di dunia terorisme dan antiterorisme pertama adalah shoe bomber yang digunakan tersangka bernama Richard Reigh, warga negara Inggris, yang berangkat menggunakan pesawat dari Paris menuju Miami tahun 2001," kata mantan Kadensus Polri itu.

"Dia (Reigh) kemudian mau membakar sepatunya yang berisi TATP dan digagalkan," tambah Tito.

Peristiwa kedua bom TATP terjadi di London tanggal 7 Juli 2005. "Hanya digunakan 4,5 kilogram TATP terhadap bom di underground dan bom di bis London. Saat itu 52 orang meninggal dunia dan 700 lebih terluka," lanjutnya.

TATP merupakan bom kimia yang sangat berbahaya karena tergolong high explosive yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap suhu di atas 86°C, tekanan, gesekan dan elektronik.

"Selain mudah dibuat, ini sulit untuk dideteksi. Contohnya, untuk masuk ke dalam pesawat bisa lolos X-Ray. Kasus TATP inilah kemudian dibuat kebijakan khusus penumpang dilarang membawa lebih 100 ml cairan masuk ke dalam pesawat, itu untuk menghindari bahan peledak TATP," paparnya.

"TATP juga sangat mudah meledak tanpa memakai detonator, cukup dengan panas dan gesekan. Kemarin juga saat ditemukan di kulkas (di rumah tersangka), sebagian serbuk TATP juga ada yang menimbulkan ledakan, tapi kecil," tutupnya. (mad/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads