"TATP ini adalah bom pertama kali terjadi di Indonesia. Ini yang menarik. Menggunakan chemical bom namanya," terang Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Di negara barat, kasus bom menggunakan TATP pernah terjadi dua kali yakni di Miami tahun 2001 dan di London tahun 2005.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Reigh) kemudian mau membakar sepatunya yang berisi TATP dan digagalkan," tambah Tito.
Peristiwa kedua bom TATP terjadi di London tanggal 7 Juli 2005. "Hanya digunakan 4,5 kilogram TATP terhadap bom di underground dan bom di bis London. Saat itu 52 orang meninggal dunia dan 700 lebih terluka," lanjutnya.
TATP merupakan bom kimia yang sangat berbahaya karena tergolong high explosive yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap suhu di atas 86°C, tekanan, gesekan dan elektronik.
"Selain mudah dibuat, ini sulit untuk dideteksi. Contohnya, untuk masuk ke dalam pesawat bisa lolos X-Ray. Kasus TATP inilah kemudian dibuat kebijakan khusus penumpang dilarang membawa lebih 100 ml cairan masuk ke dalam pesawat, itu untuk menghindari bahan peledak TATP," paparnya.
"TATP juga sangat mudah meledak tanpa memakai detonator, cukup dengan panas dan gesekan. Kemarin juga saat ditemukan di kulkas (di rumah tersangka), sebagian serbuk TATP juga ada yang menimbulkan ledakan, tapi kecil," tutupnya. (mad/slm)











































