Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom , Kamis (29/10/2015) mengatakan, Luhut melaporkan ke Presiden Jokowi mengenai analisa tim ahli dari AS terkait upaya penanggulangan yang telah dilakukan.
"Para ahli kebakaran dari Amerika Serikat yang telah datang ke Indonesia memberikan asessment awal bahwa water bombing tidak efektif untuk memadamkan api di lahan gambut yang kedalaman apinya sudah sampai level tinggi," ujar Luhut seperti yang disampaikan Ari Dwipayana.
Menurut ahli itu, water bombing lebih efektif untuk menahan api agar tidak meluas. Turunnya hujan menjadi solusi konkret untuk padamkan api di lahan gambut.
"Jika area kebakaran dapat dijangkau, pemadaman api di darat akan lebih efektif jika menggunakan kombinasi bahan kimia. Untuk kasus Indonesia, yang dapat memadamkan api di lahan gambut secara keseluruhan hanyalah hujan," kata pria yang juga menjabat sebagai Menko Polhukam ini.
"Pemerintah telah melakukan upaya memodifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan yang dioptimalkan di daerah-daerah yang memiliki potensi awan hujan. Upaya ini sudah cukup berhasil di wilayah Jambi dan Sumsel," sambung Luhut.
Halaman 2 dari 1










































