Di Kelurahan Paal Dua Lingkungan V Kecamatan Paal Dua, Inul mengunjungi rumah Randy Korompis. Inul yang menggunakan mobil Toyota Innova warna putih bernopol B 1933 SZI tiba pukul 11.15 WITA, Kamis (29/10/2015).
![]() |
Ayah korban, Cheng Tjia sudah menunggu di depan pintu bersama adik korban Reynold Korompis. Inul lalu memeluk satu persatu seluruh anggota keluarga. Mata Inul pun terlihat berkaca-kaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata dia (Inul) datang, kami terima saja. Kami juga tak berharap mendapatkan bantuan, tapi kalau diberi akan kami terima," ujar Tjia.
Setelah berdialog singkat, rombongan pemilik goyang ngebor ini melanjutkan perjalanan menuju rumah korban lainnya, Sukardi di Kelurahan Wawonasa Lingkungan VI Kecamatan Singkil.
Sama seperti di rumah Randy Korompis. Inul pun disambut kakak korban Mariadi dan istrinya Maryam. Di tempat itu, Inul sempat menitikkan air mata ketika memberi salam dan memeluk seluruh anggota keluarga.
Inul dan pihak keluarga sempat berdialog lama. Memang wajah istri Anton Suseno ini terlihat sedih. Inul pun tak banyak bicara dan hanya mengangguk-angguk saja.
Usai pertemuan itu, suasana sedih dan duka terlihat mencair. Sekali lagi CEO Inul Vizta ini memeluk keluarga Sukardi satu persatu dan kembali ke mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.
![]() |
Perjalanan Inul ternyata belum berakhir. Rumah satu korban lainnya, Freddy Kalalo yang berada di Manado, tepatnya di Kelurahan Karombasan Selatan Kecamatan Wanea, ikut dikunjungi.
Ibu dan adik Freddy Kalalo, Andre, menyampaikan permintaan agar Inul Daratista bisa bertanggung jawab. Andre dan ibunya mencontohkan ayam yang tertabrak pasti diberi ganti rugi oleh sopir yang menabrak.
"Bukan meminta nyawa anak saya harus dibayar, tapi torang (kita) punya kasih. Apalagi ini nyawa manusia, bukan 2 tapi 3 orang, anak, menantu dan cucu saya yang masih dalam kandungan ibunya yang baru berusia 3 bulan. Kami minta perhatian mbak Inul," tutur ibu korban disertai isakan tangis.
Inul sendiri berjanji akan bertanggungjawab. Meski bentuk pertanggung-jawabannya itu nantinya diserahkan kepada pengelola Inul Vizta yang ada di Manado. "Tapi saya bersyukur sekali karena mereka memberi respon yang baik kepada saya," kata Inul.
Tempat karaoke Inul Vizta di Jl AJ Sondakh Kawasan Megamas, terbakar, Minggu (25/10/2015) sekitar pukul 01.00 WITA. 12 Pengunjungnya tewas sedangkan 71 lainnya mengalami luka-luka. (try/try)













































