"Dia orang baru dan tidak terkait dengan jaringan teroris yang sudah kita petakan selama ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengawali jumpa persnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Leopard dihadirkan dengan kawalan penuh pihak kepolisian. 2 Anggota kepolisian terus memegang tangannya. Selain itu, ada juga dua anggot lain bersenjata lengkap dan memakai penutup wajah berjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tayangan CCTV yang merekam aksi Leopard |
Ahli IT itu mengenakan kaos berkerah berwarna putih dan celana panjang. Sepanjang jumpa pers, Leopard tampak tertunduk dengan tangan terikat borgol.
Selama jumpa pers, ia sesekali menjawab pertanyaan yang ucapkan Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti. Salah satunya, saat kepolisian menayangkan CCTV mal Alam Sutera yang menggambarkan aksi pelaku di dalam Food Hall mal tersebut pada 6 Oktober 2015.
Saat itu ia diketahui hendak menaruh bom di sela kaleng Baygon untuk diledakkan.
"Kenapa ditaruh di bawah kaleng Baygon?" tanya Krisna pada Leopard.
![]() |
"Biar efeknya lebih dahsyat," jawab Leopard.
Ledakan di Mal Alam Sutera pada Rabu (28/10) kemarin adalah ledakan yang kedua kalinya yang dilakukan Leopard. Namun, sebenarnya ia sudah 4 kali melakukan percobaan peledakan namun tak meledak.
![]() |
(mnb/mad)












































tayangan CCTV yang merekam aksi Leopard
