"Bukan pengamanan, tapi minta supaya permintaan ini wajar ya, jadi minta supaya Pak Rio menjembatani komunikasi dengan Jaksa Agung, karena berpikirnya logis, ya namanya sama-sama satu partai kan logika berpikirnya sama. Sangat rasional-lah, saya minta tolong Pak Rio, saya minta tolong Pak OC, yang sama-sama partai NasDem gitu aja, bukan pengamanan," kata pengacara Gatot, Yanuar Wasesa, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).
Gatot lalu menggelar pertemuan dengan Rio Capella di Hotel Mulia, Jakarta. Pada pertemuan itu, Rio menjanjikan akan berkomunikasi dengan Jaksa Agung terkait kasus yang membelit Gatot, apalagi, dalam surat panggilan dari pihak kejaksaan, nama Gatot sudah tertulis sebagai tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pertemuan di Hotel Mulia, tiba-tiba ada rekan Rio yang bernama Fransisca Insani Rahesti yang menghubungi istri muda Gatot, Evy Susanti. Sisca saat itu meminta uang kepada Evy sebagai hadiah bagi Rio yang sudah mau menjembatani keluhan Gatot untuk disampaikan ke Jaksa Agung.
"Itu saya bicara fakta yang dialami Pak Gatot ya, jadi setelah pertemuan itu kemudian Ibu Evy dihubungi Sisca, ada nggak untuk Pak Rio. Kata Sisca gitu, kemudian dipenuhilah permintaan Bu Sisca itu. Soal penyerahan uang ke Pak Rio dari Bu Sisca, Pak Gatot nggak tahu," tegas Yanuar.
Fransisca yang sudah berkali-kali diperiksa KPK selalu tutup mulut saat ditanya soal peran dia sebagai perantara suap untuk Rio Capella. Sedangkan pihak Rio Capella membantah telah menerima suap dari Gatot. Menurut pihak Rio uang senilai Rp 200 juta sudah dikembalikan.
Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo membantah semua keterangan pihak Gatot dan Evy. Prasetyo menegaskan, dirinya tak ada hubungan dengan kasus yang tengah ditangani KPK. (mad/mad)











































