"Saat ini di dunia dikenal istilah lone wolf, di mana dia tidak terkait jaringan terorisme tetapi melakukan teror sendirian. ini menjadi fenomena penting karena sulit diungkap," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
"Dia orang baru dan tidak terkait dengan jaringan teroris yang sudah kita petakan selama ini," tambahnya.
Di dunia barat, istilah lone wolf ini merupakan modus teror baru. Sejalan dengan istilah lone wolf, pelaku belajar dan mempelajari segala sesuatu terkait bom seorang diri.
"Tiap orang-orang yang melakukan perbuatan teror belajar dari internet dan melakukan inovasi dan serangan sendiri, a lone wolf atau lone leaders," terangnya.
"Tata caranya mirip dengan fenomena lone wolf tadi, belajar bom dari internet, pelajari target sendiri dan melakukan serangan sendiri," ucap Tito
Tersangka merakit bom sendiri dengan membuat jenis bom TATP (triacetone triperoxide). TATP merupakan jenis bahan peledak yang termasuk high explosive dan merupakan bahan peledak primer.
(mei/mnb)











































