Taiwan Ingatkan Uni Eropa Soal Pencabutan Embargo Cina
Rabu, 02 Mar 2005 13:10 WIB
Jakarta - Uni Eropa bersikeras untuk mencabut embargo senjata terhadap Cina yang telah berlangsung 15 tahun. Selain Amerika Serikat, yang juga gigih menentang pencabutan embargo adalah Taiwan.Presiden Taiwan Chen Shui-bian mengingatkan bahwa rencana Uni Eropa itu akan mengancam keseimbangan militer di Asia Timur. Menurut Chen, langkah itu bisa membuat pemerintah Beijing menganggap bahwa pihaknya tidak perlu melanjutkan reformasi demokrasi."Jika Uni Eropa memutuskan untuk mencabut embargo senjata terhadap Cina, itu bisa membawa ke ketimpangan dalam keseimbangan militer di Selat Taiwan yang akan mendatangkan ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas," cetus Presiden Chen.Diingatkan Chen bahwa Cina memiliki lebih dari 700 rudal balistik yang diarahkan ke Taiwan dari dataran Cina. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (2/3/2005).Beijing tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya meski keduanya telah terpisah sejak akhir perang saudara pada tahun 1949 silam. Bahkan Beijing pernah mengancam bahwa pihaknya bisa saja melancarkan aksi militer jika itu diperlukan untuk merebut Taiwan kembali.Larangan penjualan senjata ke Cina diterapkan Uni Eropa setelah peristiwa berdarah di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989 lalu. Ratusan orang tewas kala itu dalam bentrokan antara aparat militer Cina dengan massa pro-demokrasi.
(ita/)











































