"Selain mudah dibuat, TATP ini juga sulit dideteksi X-Ray," Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Karena sulit dideteksi X-Ray, maka menjadi dasar pihak bandara melarang membawa penumpang cairan di atas 150 ml untuk bagasi kabin. Peledak ini juga tidak stabil dan mudah dibuat dengan komponen rumah tangga seperti thinner. Pembuatannya pun bisa dipelajari melalui internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berdaya ledak tinggi, namun ledakan tak besar karena kuantitas bahan peledak yang sedikit. Tito sempat menyandingkan aksi pengeboman ini dengan aksi bom Bali yang sebenarnya menggunakan bahan peledak berdaya rendah namun dengan kuantitas besar.
"Kuantitasnya kecil karena itu daya rusaknya rendah," pungkasnya.
Leopard Wisnu Kumara yang menjadi pelaku pengeboman ini beraksi sendirian dan hanya menyasar mal Alam Sutera. Motifnya pun karena masalah ekonomi dan tidak terkait dengan jaringan teroris mana pun.
(mnb/mad)











































