"Memang di komisi bervariasi, ada catatan diberikan komisi, ada penolakan dari fraksi di komisi tersebut. Saya sudah dapat laporan itu," kata Ahmad Noor Supit di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2?/10/2015).
Menurutnya, ada sinyal fraksi-fraksi yang menolak itu adalah yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) dengan berbagai catatan. Namun, sikap fraksi itu baru diketahui dalam rapat siang nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supit menjelaskan, secara teknis di Banggar mulai pembicaraan pendahuluan sampai masuk dalam siklus APBN mulai 16 Agustus lalu, semua pembahasan berjalan lancar tidak ada masalah.
Masalah baru kemudian muncul dalam pembahasan di komisi-komisi yang membahas pagu anggaran baru. Secara politik beberapa fraksi memberi sinyal yang cenderung tidak menyetujui RUU APBN 2016.
"Secara politik kemudian fraksi menganggap harus disesuaikan. Itu sah-sah saja karena pembicaraan di DPR adalah pembicaraan politik. Silakan saja," ujarnya.
Banggar akan memulai pembahasan dengan rapat internal. Kemudian, siang sekitar pukul 14.00 WIB rapat kerja dengan pemerintah untuk membahas dan pengambilan keputusan tingkat Banggar. Bagaimanapun Banggar harus memutuskan hari ini.
"Diterima dan tidak bukan kewenangan Banggar tapi paripurna, Banggar adalah pekerjaan teknis bukan politik. Pekerjaan politiknya di paripurna. Kita lihat bisa saja voting," ucap Supit.
"Jadi nanti sangat tergantung di paripurna apakah ditolak, menerima dengan catatan apakah voting kita tunggu saja besok," imbuh politikus Golkar kubu Ical itu. (bal/tor)











































