Ini Air Purifier Karya Prof Wenten yang Didedikasikan untuk Korban Asap

Ini Air Purifier Karya Prof Wenten yang Didedikasikan untuk Korban Asap

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 10:07 WIB
Ini Air Purifier Karya Prof Wenten yang Didedikasikan untuk Korban Asap
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung - Bencana asap menyelimuti Sumatera dan Kalimantan rupanya 'menyentil' benak Prof Dr. I Gede Wenten untuk berinovasi. Peneliti membran berkaliber dunia ini menciptakan alat filter yang menghasilkan udara bersih. Karya Wenten bermanfaat membantu masyarakat di Sumatera dan Kalimantan yang kini dikepung asap akibat kebakaran hutan serta lahan gambut.

"Nama alatnya 'Fresh-On 2015'. Kemampuan alat ini hanyalah sekadar saringan udara. Jadi, saringan yang bisa membersihkan udara dari partikel pengotor. Partikel-partikel udara kotor itu tertangkap, lalu keluar udara bersih," ucap Wenten di kediamannya, Perumahan Lembah Permai Hanjuang, Jalan Bukit Indah I-37, Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/10/2015).

Benda berdesain sederhana berwujud seperti tabung berbahan polimer itu memiliki panjang 50 sentimeter dan diameter 7,5 sentimeter. Dia melengkapi isi tabung dengan membran serat berongga atau hollow fiber. "Hollow fiber ini terbuat dari pipa. Bentuknya seperti benang," kata Wenten sambil memperlihatkan alat buatannya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)

Lulusan Jurusan Tekni Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menyebutkan teknologi penyaring hasil ciptaannya mulai dipamerkan pada 22 Oktober 2015. Dia menjelaskan, alat dibanderol Rp 250 ribu per unit ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Sumatera dan Kalimantan yang rumah serta lingkungannya disergap asap. Asap kotor dapat membahayakan kesehatan manusia apabila terus dibiarkan merasuki saluran pernafasan.

Baca: Pemerintah Kirim 10 Ribu Alat Penjernih Udara ke Kalimantan dan Sumatera

"Kondisi di sana (Sumatera dan Kalimantan) rumahnya kan kemasukan asap. Asap di dalam rumah itu bisa dibersihkan dengan alat ini," ujar Wenten.

"Alat 'Fresh-On 2015' memiliki saringan sangat halus, ukurannya 50 nanometer. Semua partikel berukuran 50 nano bisa dibersihkan lewat saringan ini. Artinya, partikel pengotor pada kabut asap seharusnya bisa hilang dengan saringan pembersih udara ini," tutur alumni terbaik ITB 1982 ini.

Cara kerja alat tersebut menggunakan mesin kompresor. Selain itu, dia menjelaskan, alat tersebut bisa berfungsi dengan memanfaatkan pompa akuarium. "Bahkan alat ini bisa dioperasikan secara manual menggunakan pompa sepeda. Ya, jadi banyak opsi," kata Wenten yang meraih penghargaan B.J Habibie Award Technology Award pada 2013.

Dia sudah memaparkan alat 'Fresh-On 2015' di hadapan Menko Polhukam Luhut Panjaitan pada pekan lalu. Gayung bersambut, pemerintah memesan inovasi baru hasil pemikiran Wenten guna membantu penanggulangan polusi asap. Pada Senin (26/10/2015), Luhut mengatakan sedikitnya 10 ribu alat penjernih udara dikirim ke Kalimantan dan Sumatera. Pengiriman dilakukan secara bertahap hingga asap benar-benar sudah tidak mengganggu aktivitas masyarakat lagi.

(bbn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads