Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul berharap tak ada lagi kebohongan politik yang dilakukan dua kubu menjelang paripurna. Ia tak ingin potensi kegaduhan ini justru memperburuk citra politik pemerintah selaku eksekutif dan DPR sebagai legislatif.
"Sudah jangan ada lagi kebohongan publik. Jangan jadikan kegaduhan ini jadi pandangan negatif kita sebagai pengawas, dan pemerintah yang menjalankan. Semoga tak jadi kegaduhan ada udang di balik batu," tutur Ruhut saat dihubungi, Kamis (29/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari awal sebagai partai penyeimbang sudah bicara agar ini jadi perhatian. Pikirkan imbasnya kalau misalkan RAPBN gagal disahkan. Kami akan sampaikan pandangan kami lagi setelah mendengarkan pandangan fraksi," tuturnya.
Kemudian, ia pun mengingatkan kembali rekan-rekannya di DPR agar memikirkan ke depan imbas bila RAPBN 2016 gagal disahkan dalam paripurna. Ia mencontohkan gagalnya RAPBN 2016 yang disahkan akan berpengaruh terhadap program pemerintah sampai DPRD tingkat I dan II.
"Makanya itu malu lah kita yang di pusat ini berpikir. Itu yang ngerasain DPRD tingkat I dan II nanti. Mereka bingung loh," ujarnya.
(hty/imk)










































