Razia Gabungan, 2 Personel Polri Terjaring di Kelab Malam

Razia Gabungan, 2 Personel Polri Terjaring di Kelab Malam

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 05:20 WIB
Razia Gabungan, 2 Personel Polri Terjaring di Kelab Malam
Foto: Elza Astari/detikcom
Jakarta - Personel TNI/Polri menggelar razia gabungan di kelab-kelab malam yang berada di Jaksel dan Jaktim. Hasilnya, 2 anggota Polri terjaring razia berada di kelab malam.

Operasi kali ini dilakukan oleh Denpom Jaya II/Cijantung bersama Propam Polres Jaksel, Pom TNI AU dan Pom TNI AL. Sasarannya adalah kelab-kelab malam yang berada di kawasan Kemang, Blok M, dan Pondok Gede.

"Kitaย  menemukan 2 anggota Polri," ungkap pejabat sementara Kanit Propam dari Polres Jaksel Aiptu Sulaiman usai razia dilakukan, Kamis (29/10/2015) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya terjaring di 2 lokasi yang berbeda yakni di Kafe Papilion dan Kafe Tipsy, Kemang. Mereka adalah AKP IR yang bertugas di Mabes Polri dan Brigadir S asal Papua yang mengaku sedang berdinas di Jakarta. Namun AKP IR dan Brigadir S tidak dibawa dan hanya dicatat identitasnya.

"Untuk sementara hanya KTA (kartu tanda anggota) kita amankan. Besok kita panggil, kita proses di Propam Pasar Minggu," jelas Sulaiman.

Dalam razia kali ini tidak ditemukan anggota TNI yang berada di kelab malam. Namun satu paket heroin berhasil diamankan dari sebuah kelab malam yang berada di kawasan Blok M. Belum diketahui siapa pemiliknya. Sebab saat ditemukan, heroin berada di lokasi tersembunyi.

"Hasil di salah satu tempat kami menemukan heroin dan sudah pengelola sudah dibawa untuk diberikan peringatan dan dimintai keterangan. Sesuai arahan pak gubernur, jika ada penemuan obat terlarang di tempat usaha maka akan ditutup. Tapi itu nanti urusan bapak gubernur," kata Dandenpom Jaya II Letkol Cpm Joni Kuswaryanto pada kesempatan yang sama.

Selain merazia anggota di kelab malam, personel Denpom juga melalukan penertiban stiker atribut TNI. Setiap lokasi parkiran di kelab-kelab malam yang dirazia, personel Denpom memeriksa kendaraan tamu.

Sejumlah mobil dan motor ditemukan memasang stiker TNI. Personel Denpom pun langsung mencopotnya karena memang sudah ada larangan mengenai hal tersebut.

"Salah satu target operasi Waspada Wira Golok 2015 adalah untuk kendaraan menggunakan atribut militer maka kami diperintahkan untuk melepas. Belum ada tindakan lebih, sementara untuk melepas saja," tutur Joni. (ear/imk)


Berita Terkait