Lebih dari 100 petugas yang sebagian besar dari Denpom Jaya II disertakan dalam razia ini. Selaku pimpinan razia yaitu Dandenpom II Jaya Letkol Cpm Joni Kuswaryanto.
Sejumlah kelab malam yang didatangi secara bergantian dalam razia ini yaitu di wilayah Kemang, Jakarta Selatan seperti Venue, Hangover, Tipsy, dan Queens Head. Razia ini dilakukan untuk mendisplinkan anggota TNI/Polri bila tertangkap razia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat razia, tim gabungan berhasil menemui anggota Polri yang berada di Hangover dengan pakaian bebas. Namun, anggota polisi tersebut hanya didata dan tak diproses dengan penindakan.
Oknum polisi pergi meninggalkan lokasi razia. Ketika awak media coba mengambil gambar, anggota polisi tersebut langsung masuk mobil dan jalan.
"Sudah kita data, itu benar anggota dari Mabes Polri. Nama sudah dicatat. nomor anggota," ujar petugas Propam Jakarta Selatan, Aiptu Sulaeman di Hang Over, Kemang Raya.
Pengunjung kelab malam yang tak koperatif (Elza/detikcom) |
Begitu di Queens Head, petugas gabungan sempat direspon oleh para pengunjung yang keberatan cara razia dadakan dengan membawa awak media. Bahkan, sejumlah pengunjung kelab berperilaku kasar kepada awak media yang coba mengambil gambar. Mereka juga kurang kooperatif kepada petugas. Namun, akhirnya petugas bisa meminta pengunjung untuk mengikuti prosedur.
Saat melakukan razia, musik yang disuguhkan di dalam kelab malam harus dihentikan. Ketegasan petugas gabungan terutama dari Denpom Jaya II membuat pengunjung bersedia mengikuti proses razia. Namun, selesai razia dan petugas keluar kelab, musik dugem kembali dinyalakan.
Tak hanya di Kemang, petugas gabungan juga melakukan razia kelab malam di daerah Jakarta Selatan lain seperti wilayah Blok M.
(hty/imk)












































Pengunjung kelab malam yang tak koperatif (Elza/detikcom)