Arzetti Minta Maaf ke Ibunda dan Para Pemilihnya

Arzetti Minta Maaf ke Ibunda dan Para Pemilihnya

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 20:22 WIB
Arzetti Minta Maaf ke Ibunda dan Para Pemilihnya
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Arzetti Bilbina akhirnya muncul ke publik mengklarifikasi peristiwa penggerebekan dirinya saat berada di kamar Hotel Arjuna di Malang bersama Dandim Sidoarjo Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya. Selain menepis isu selingkuh, Arzetti meminta maaf kepada ibundanya dan masyarakat yang memilihnya sebagai anggota DPR karena isu miring yang meluas itu.

"Saya mohon maaf kepada ibu saya, beliau tertegun. Saya minta maaf kepada keluarga besar saya di lingkungan pekerjaan, teman-teman saya, keluarga saya di Surabaya,Β  Sidoarjo, khususnya dapil saya," kata Arzetti saat mengawali konferensi pers di Restoran Pulau Dua di Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015). Jumpa pers ini juga dihadiri suami Arzetti,Β Adhitya Setiawan Wicaksono yang akrab disapa Didiet.

Arzetti memaparkan kegiatannya di Malang yang kemudian berujung pertemuan heboh tersebut. Awalnya Arzetti terbang ke Malang janjian dengan suaminya yang memang dibesarkan di Lawang, Malang. Kemudian dia mulai mengatur pertemuan dengan Dandim Sidoarjo. Karena waktunya sedikit, dia pun akhirnya memilih Hotel Arjuna sebagai lokasi pertemuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian dicari tempat mana, tempat yang paling dekat kita cari yang ada terasnya. Di situ (hotel), kita berdiskusi proposal dan program. Beliau menggunakan baju dinas, ada ajudan, memakai mobil dinas," papar perempuan 39 tahun ini.

Dia mengisahkan Dandim Sidoarjo datang lebih dahulu. Baru setelah itu disusul suaminya. "Dua puluh menit kemudian Mas Didiet datang," papar Arzetti yang pernah menjadi peragawati, model, bintang film dan sinetron, presenter, dan kini menjadi politisi itu.

"Tidak ada perselingkuhan antara saya dengan Pak Dandim. Sehingga kata-kata penggerebekan itu tidak nyaman bagi kita, seperti itu sangat mengganggu. Suami bilang nggak usah press conference-lah. Kalau presscon, nanti yang ada beritanya jadi besar. Kalau di TV, keluarga saya melihat, semakin buat orang timbul pembicaraan," imbuhnya.

Dia menampik adanya perselingkuhan. Dia juga menegaskan yang terjadi di hotel tidak seperti yang diasumsikan banyak orang.

"Jadi apa yang mau digerebek, orang lagi duduk. Kecuali bila dalam hal tidak lazim, menggunakan minuman atau serbuk-serbuk (narkoba -red). Kita ngobrol di depan teras. Di Sidoarjo ada 18 kecamatan yang harus saya sentuh. CSR penyerapannya harus bai supaya tidak ada kamuflase. Kalau ada kamuflase, aku lagi yang kena," jelasnya panjang lebar.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, setelah berita penggerebekan, keluarganya shock dan anak-anaknya terpukul. Ibunya yang sedang sakit pun ikut tertekan pikirannya, karena itulah ia muncul ke publik untuk menjelaskan semuanya.

"Kadang-kadang anak-anak saya terpukul sekali," katanya. (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads