PT DI Targetkan Produksi 24 Unit Pesawat N-219 per Tahun

PT DI Targetkan Produksi 24 Unit Pesawat N-219 per Tahun

Erna Mardiana - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 19:51 WIB
PT DI Targetkan Produksi 24 Unit Pesawat N-219 per Tahun
Foto: Erna Mardiana/detikcom
Bandung - Prospek pesawat kecil seperti N-219 di Indonesia sangat besar. Setiap tahun kebutuhannya meningkat. Apalagi kondisi pesawat perintis saat ini usianya sudah tua, sehingga harus segera diganti. PT Dirgantara Indonesia menargetkan bisa memproduksi 24 pesawat N-219 setiap tahun.

"Kebutuhan pesawat di penerbangan perintis sangat mendesak. Populasi pesawat di sana usianya sudah tua, jadi harus diganti. Karena itu kita mengembangkan pesawat kecil dan sederhana," ujar Chief Engineering N-219 Palmana Bhanandhi ditemui di Hangar PT DI, Jalan Pajajaran, Rabu (28/10/2015).

Menurutnya pada 2014 ada 170 rute penerbangan perintis di wilayah Indonesia Timur. Angka itu meningkat cukup tajam dibandingkan 2013 sekitar 120 rute. Hal itu menurut Palmana merupakan potensi pasar yang besar bagi PT DI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun diakuinya untuk tahun-tahun pertama, PT DI tak memungkinkan memproduksi pesawat N-219 secara massal. "Paling tahun depan hanya satu pesawat. Lalu tahun 2017 kita baru siapkan 4 hingga 6 pesawat. Nanti naik 12 pesawat. Baru tahun keenam bisa menggenjot 24 unit," kata Palmana.

Dengan produksi sebanyak itu, diakuinya dibutuhkan sumber dana dan sumber daya manusia yang sangat besar. Apalagi pada 2017 nanti, kata dia, akan banyak gelombang pensiun di PT DI. "Untungnya kita sudah mulai menerima engineer-engineer baru tahun-tahun terakhir," jelasnya.

Proses perakitan pesawat N-219

Palmana yakin N-219 bisa bersaing dengan pesawat sejenis yang selama ini sudah dipakai di penerbangan perintis seperti Twin Otter.Β  "Keunggulan pesawat ini punya karakteristik bagus, bisa manuver di kecepatan yang rendah, mampu dikendalikan melalui wilayah berbukit-bukit. Cocok seperti di Papua," tandasnya.

Selain itu, dari sisi harga N-219 jauh lebih murah dibandingkan dengan pesawat sejenis. Twin otter saat ini dijual sekitar 7,8 juta USD, namun N-219 akan dijual sekitar 5 juta USD.

Rencananya roll out prototipe pesawat N-219 akan dilakukan pada November mendatang dengan disaksikan Presiden Jokowi. Sementara untuk penerbangan pertama akan digelar sekitar Mei 2016 lalu. (err/try)


Berita Terkait