Kebakaran Lahan, Kodam Pattimura Evakuasi Suku Terasing di Seram Utara

Kebakaran Lahan, Kodam Pattimura Evakuasi Suku Terasing di Seram Utara

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 19:04 WIB
Kebakaran Lahan, Kodam Pattimura Evakuasi Suku Terasing di Seram Utara
Foto: Dok. Kodam XVI/Pattimura
Maluku - Kebakaran lahan dan hutan juga melanda wilayah Maluku dan Maluku Utara. Kodam XVI/Pattimura pun membantu memadamkan api dan mengevakuasi warga.

Salah satu kelompok warga yang telah dievakuasi oleh prajurit Kodam Pattimura adalah suku terasing yang berada di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, yakni Suku Mausuane. Prajurit juga membantu memperbaiki rumah warga yang terkena dampak kebakaran hutan.

Prajurit memperbaiki rumah seorang ibu yang memiliki bayi berusia 2 bulan
"Kodam XVI/Pattimura dan Korem 151/Binaiya membantu pemda Maluku dalam mengatasi kebakaran hutan dan mengevakuasi serta memberi dukungan logistik kepada masyarakat terasing dari Dusun Kabailu dan Dusun Kabohari," ungkap Kapendam Pattimura, Kolonel Hasyim, Rabu (28/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah Maluku dan Maluku Utara juga mengalami kebakaran lahan dan hutan. Meski tidak separah di wilayah Sumatera dan Kalimantan, kebakaran lahan sempat menimbulkan kabut asap dan menyebabkan sejumlah penerbangan di Bandara Ternate tertunda.

"Di Maluku dan Maluku Utara ikut terbakar. Bukan lahan gambut tapi lahan penduduk yang mungkin sengaja dibakar untuk memperluas kebunnya. Sempat ada kabut asap yang menutupi bandara Ternate sehingga beberapa penerbangan tertunda," jelas Hasyim.

Wilayah yang terbakar disebut Kapendam Pattimura adalah lahan masyarakat yang digunakan untuk menanam sayur mayur atau palawija. Pangdam Pattimura Mayjen Doni Monardo memerintahkan pasukannya untuk bergerak dan membantu dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan.

"Pangdam XVI/Pattimura juga memberikan instruksi langsung kepada para Danrem untuk ikut aktif terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan yang terjadi di masing-masing wilayah, seperti yang terjadi di wilayah Seram Utara yang telah menghanguskan 65.000 hektare sejak terbakar akhir September lalu," tutur Hasyim.

Bahkan pada Sabtu (24/10), Mayjen Doni memimpin langsung pemadaman titik api di 2 lahan berbeda, yakni di Desa Dumdum dan Kao di Halmahera Utara, Maluku Utara. Doni bersama rombongan melalui jalur darat dalam kunjungan kerja dari Jailolo, Halmahera Barat menuju ke Tobelo, Halmahera Utara.

Mayjen Doni memadamkan api dengan alat seadanya (Dok. Kodam Pattimura)
"Banyaknya area yang sudah terbakar dan masih adanya beberapa titik api membuktikan sumber asap yang menyelimuti wilayah Maluku Utara bukan hanya berasal dari luar wilayah tetapi dari wilayah Maluku Utara sendiri," ucapnya.

Saat itu Mayjen Doni didampingi Danrem 152/BBL, Irdam, Asintel, Asops, Aspers dan Aster Kodam Pattimura serta beberapa personel dalam rombongan berusaha memadamkan api yang mulai membesar dan melebar dengan sarana seadanya. Doni dan jajarannya memadamkan api yang menyala dengan cara memukul-mukul menggunakan batang pohon kecil dan memisahkan dahan-dahan yang terbakar agar api tidak meluas.

Prajurit Kodam Pattimura mengevakuasi warga terasing dari kebakaran lahan dan hutan
Sementara itu untuk evakuasi suku terasing yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan di Seram Utara, dipimpin oleh Danrem 151 Kolonel Inf Tri Hartanta. Evakuasi sendiri terbilang tidak mudah. Prajurit harus membawa warga berjalan kaki melewati hutan dan sungai.

"Ada 35 KK dari Dusun Kabailu dan 65 KK dari Dusun Kabohari yang telah dievakuasi ke Maneo rendah yang ditempuh 4 jam dengan jalan kaki serta memberikan 1 ton beras dan 40 kardus mi instan," ujar Kolonel Tri Hartanta seperti dilansir website Kodam XVI/Pattimura. (elz/nrl)


Berita Terkait