Buruh Demo di Depan Istana, Jl Perwira-Harmoni Ditutup

Buruh Demo di Depan Istana, Jl Perwira-Harmoni Ditutup

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 17:16 WIB
Buruh Demo di Depan Istana, Jl Perwira-Harmoni Ditutup
Buruh demo di depan Istana (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Massa buruh berdemo di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Mereka menuntut agar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang baru dirilis untuk dibatalkan.

Para buruh terdiri beberapa elemen, di antaranya SPSI, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia, KSPI, dan KBSI. Mereka melakukan orasi sambil membawa bendara dan spanduk bertuliskan "Tolak PP 78 Tahun 2015" dan "Kembalikan Hak-hak Buruh".

Foto: Wisnu/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menilai pemberlakuan PP Nomor 78 tentang Pengupahan yang salah satunya mengatur formula baru kenaikan upah tiap tahun berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi selain kenaikannya kurang dari 10%, akan menghilangkan hak perundingan upah antara buruh dengan pengusaha.

"PP No 78 tahun 2015 ini sangat tidak memihak kaum buruh, hanya mementingkan kapitalis dan para investor. Kenaikan upah buruh tidak sebanding dengan kenaikan barang-barang pokok yang sedang terjadi. Jadi kami menuntut PP 78 ini dicabut!" ucap salah satu orator di depan Istana, Rabu (28/10/2015). Menurut polisi, demo ini telah berlangsung sejak siang dan datang bergiliran.

Para buruh juga ingin bertemu langsung dengan Presiden atau perwakilan Istana agar aspirasi mereka didengar. Mereka mengancam untuk melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

"Kami ini perwakilan rakyat kecil, orang miskin yang hanya ingin didengarkan dan dipenuhi hak kami. Tolong dengarkan kami, Pak Presiden," katanya.

Selain itu mereka juga mengancam akan menutup jalan tol pada tanggal 30 Oktober mendatang. "Jika hari ini tuntuan kami masih belum dipenuhi dan pemerintah belum menemui kami, kami akan melakukan aksi penutupan jalur tol lingkar luar pada tanggal 30 Oktober," ucap orator lainnya.

Selain massa buruh, ada juga para mahasiswa dari berbagai kampus se-Indonesia yang berdemo dalam rangka Sumpah Pemuda. Mereka mengkritik kinerja Jokowi yang dinilai masih belum maksimal dan belum mengakomodir kepentingan rakyat.

Foto: Wisnu/detikcom


"Revolusi mental yang digadang-gadang Presiden Jokowi sampai saat ini belum terbukti, korupsi masih merajalela, penegakan hukum masih lemah dan penanganan bencana asap masih lambat," salah satu orator mahasiswa.

Demo ini dijaga ketat aparat Kepolisian. Puluhan polisi terlihat berjaga di sekitar lokasi. Massa buruh diberikan waktu hingga pukul 18.00 WIB. Jika tidak bubar pada jam tersebut maka akan dibubarkan paksa.

Foto: Wisnu/detikcom


Para anggota polisi ini membuat border atau pembatas di tengah di antara massa mahasiswa dan buruh. Lainnya ada yang berjaga di depan Istana dan dipasangi pagar kawat berduri. Selain itu ada water canon, ambulans dan motor polisi yang disiagakan di sana.

Akibat demo ini, hingga pukul 17.00 WIB Jalan Medan Merdeka Utara tak bisa dilalui kendaraan. Polisi menutup Jalan Perwira hingga Harmoni. TransJ koridor 1 Blok M-Kota juga terganggu karena tak bisa melintas Harmoni. (slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads