Puluhan Gajah Masuki Perkampungan Bener Meriah, 139 Warga Mengungsi

Puluhan Gajah Masuki Perkampungan Bener Meriah, 139 Warga Mengungsi

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 17:16 WIB
Puluhan Gajah Masuki Perkampungan Bener Meriah, 139 Warga Mengungsi
Ilustrasi (Foto: Chaidir Anwar/dok detikcom)
Banda Aceh - Puluhan gajah liar memasuki perkampungan di Dusun Lubuk Raya, Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Akibatnya, 139 warga memilih mengungsi karena ketakutan.

Camat Pintu Rime Gayo, Mukhtar, mengatakan, proses evakuasi warga dilakukan oleh pihak kecamatan setempat dengan menggunakan sejumlah mobil. Mereka selanjutnya diboyong ke ibukota kecamatan yang berjarak sekitar 20 kilometer.

"Tadi malam kita evakuasi mereka semua. Semalam mereka tidur di kantor camat dan hari ini kita telah mendirikan dapur umum," kata Mukhtar saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (28/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawanan gajah liar yang diperkirakan berjumlah 30 ekor ini sudah masuk ke kawasan pedalaman sejak tiga minggu lalu. Namun baru Selasa (27/10) kemarin gajah memasuki permukiman warga. Kini, tidak ada lagi seorang warga pun yang bertahan di perkampungan.

Warga memilih mengungsi karena trauma. Konflik antara warga dengan gajah di sana memang bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu, beberapa warga menjadi korban. Ada yang tewas setelah diamuk dan ada juga warga yang tewas diinjak di kebun mereka.

Menurut Mukhtar, karena alasan itulah warga memilih mengungsi karena mereka khawatir kasus serupa kembali terjadi. Rata-rata masyarakat di sana bekerja sebagai petani.

"Warga akan menetap di pengungsian hingga gajah itu tidak ada lagi di perkampungan," jelas Mukhtar.

Mukhtar berharap, pihak terkait segera mengatasi konflik gajah dengan manusia. Karena selain turun ke perkampungann, hewan bertubuh besar ini juga merusak perkebunan warga.

"Warga hanya berharap pihak terkait segera mengatasi masalah ini. Masyarakat yang mengungsi terpaksa harus meninggalkan harta benda mereka. Semoga warga bisa cepat kembali ke kampung mereka," ungkap Mukhtar.

(try/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini