Camat Pintu Rime Gayo, Mukhtar, mengatakan, proses evakuasi warga dilakukan oleh pihak kecamatan setempat dengan menggunakan sejumlah mobil. Mereka selanjutnya diboyong ke ibukota kecamatan yang berjarak sekitar 20 kilometer.
"Tadi malam kita evakuasi mereka semua. Semalam mereka tidur di kantor camat dan hari ini kita telah mendirikan dapur umum," kata Mukhtar saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (28/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga memilih mengungsi karena trauma. Konflik antara warga dengan gajah di sana memang bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu, beberapa warga menjadi korban. Ada yang tewas setelah diamuk dan ada juga warga yang tewas diinjak di kebun mereka.
Menurut Mukhtar, karena alasan itulah warga memilih mengungsi karena mereka khawatir kasus serupa kembali terjadi. Rata-rata masyarakat di sana bekerja sebagai petani.
"Warga akan menetap di pengungsian hingga gajah itu tidak ada lagi di perkampungan," jelas Mukhtar.
Mukhtar berharap, pihak terkait segera mengatasi konflik gajah dengan manusia. Karena selain turun ke perkampungann, hewan bertubuh besar ini juga merusak perkebunan warga.
"Warga hanya berharap pihak terkait segera mengatasi masalah ini. Masyarakat yang mengungsi terpaksa harus meninggalkan harta benda mereka. Semoga warga bisa cepat kembali ke kampung mereka," ungkap Mukhtar.
(try/try)










































