"Saya berharap DPR akan membuka nurani kesadarannya memilih yang terbaik," ujar Bambang saat ditemui usai diskusi 'Peta Jalan KPK dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi' di Hotel Alila, Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2015).
DPR diminta untuk tidak bermain dalam proses ini. "Orang dipilih terkonfirmasi track record-nya karena ada indikator yang jelas, sehingga DPR bisa memilih dengan kriteria pertama profesional, kedua integrity, ketiga paham soal korupsi," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi silakan ikuti renstra. Mungkin kalau renstra diikuti, capaian kinerja KPK lebih tinggi. Jadi kelemahan-kelemahan bangsa ini begitu banyak di sektor penyelenggara pemerintahan, sektor kesehatan, sektor pendidikan, sektor perizinan kehutanan, banyak sekali celahnya," paparnya.
Jasin berharap, siapapun pimpinan KPK harus bekerja dengan baik. Dia juga menegaskan, pimpinan KPK harus independen dan profesional.
"Harapan siapapun pimpinannnya mencapai kinerja bagus dan hubungan kelembagaan harus bagus, karena KPK ini tidak sekali menanangi kasus. Siapapun pimpinan yang terpilih, yang pertama dia independen, itu tidak bersedia dicampur urusannya dalam hal penanganan korupsi oleh pihak lain. Kedua profesional. Karena dalam kepemimpinan KPK itu kolektif kolegial saya kira itu akan berjalan dengan baik," tandasnya.
(jor/jor)










































