"Asap (kebakaran hutan dan lahan) ini kan juga sebagian dari polusi, dan malah lebih parah dari asap kendaraan bermotor," ucap Lulung saat ditemui di kantor perwakilan BPK Jakarta, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2015).
Lulung beranggapan, kabut asap sempat terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Menurutnya hal ini perlu ada perhatian khusus dari Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap
Lulung menambahkan, guna mengantisipasi bencana asap, Pemprov DKI harus memiliki biro khusus. "Kami akan bikin biro sendiri yang tentang waspada terdapat bencana asap. Pemerintah DKI Jakarta sendiri akan concern terhadap hal itu," katanya.
Diberitakan sebelumnya, langit Jakarta sendiri terpantau berkabut sejak Jumat (23/10) lalu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri memperkirakan Jakarta masih berpotensi menerima udara kabut (haze). BMKG menyatakan kondisi ini dipengaruhi oleh keadaan El Nino di mana musim kemarau lebih panjang dari normalnya, sehingga kabut asap terjadi hampir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, Kalimantan dan sebagian Sulawesi, Maluku hingga Papua.
(adit/jor)










































