Lulung: Bencana Asap Lebih Parah Dibanding Polusi Kendaraan Bermotor

Lulung: Bencana Asap Lebih Parah Dibanding Polusi Kendaraan Bermotor

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Rabu, 28 Okt 2015 14:49 WIB
Lulung: Bencana Asap Lebih Parah Dibanding Polusi Kendaraan Bermotor
Foto: Aditya Fajar
Jakarta - Bencana kebakaran hutan yang mengakibatkan timbulnya kabut asap menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung). Dia mengatakan asap kebakaran hutan tersebut lebih parah dari asap yang dihasilkan kendaraan bermotor.

"Asap (kebakaran hutan dan lahan) ini kan juga sebagian dari polusi, dan malah lebih parah dari asap kendaraan bermotor," ucap Lulung saat ditemui di kantor perwakilan BPK Jakarta, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2015).

Lulung beranggapan, kabut asap sempat terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Menurutnya hal ini perlu ada perhatian khusus dari Pemprov DKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan baru tadi duduk-duduk pagi ini sudah lihat ada kumpulan asap selama dua hari dari kemarin. Ini yang akan terus kami coba untuk rapat koordinasi dengan pemerintah daerah," kata Lulung.

Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap

Lulung menambahkan, guna mengantisipasi bencana asap, Pemprov DKI harus memiliki biro khusus. "Kami akan bikin biro sendiri yang tentang waspada terdapat bencana asap. Pemerintah DKI Jakarta sendiri akan concern terhadap hal itu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, langit Jakarta sendiri terpantau berkabut sejak Jumat (23/10) lalu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri memperkirakan Jakarta masih berpotensi menerima udara kabut (haze). BMKG menyatakan kondisi ini dipengaruhi oleh keadaan El Nino di mana musim kemarau lebih panjang dari normalnya, sehingga kabut asap terjadi hampir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, Kalimantan dan sebagian Sulawesi, Maluku hingga Papua.

(adit/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini