"Jadi DPR itu tugasnya selain membuat undang-undang juga mengawasi pemerintah. Kemarin juga saya ikut meninjau penanganan kebakaran hutan di Jambi," ujar Novanto di Ruang Operasional Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2015).
Berceritalah dia pengalaman memantau kebakaran hutan naik helikopter bersama Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Jarak pandang disebut dia hanya 1 meter dan di bawahnya adalah hutan yang terbakar.
"Saya deg-degan juga kan bahaya. Saya tanya ke pilotnya yang tentara katanya 'siap', saya bilang jangan siap-siap aja, yang penting aman enggak? Tapi karena bareng Menko Polhukam dan Panglima yang berani-berani ya saya pura-pura berani saja. Kita terbang, panduan kita cuma GPS saja," tutur Novanto.
Penanganan kebakaran disebut dia sudah maksimal. Hanya saja memang apinya besar dan butuh hujan selama 1 jam jika ingin memadamkan lahan gambut yang terbakar.
"Kalau hujan cuma 30 menit, itu airnya tidak sampai meresap ke bawah," sebut Novanto.
Setelah itu dia bicara mengenai kerja sama DPR dengan Presiden. Salah satunya adalah penetapan APBN. Seharusnya APBN 2016 disahkan pada tanggal 22 Oktober 2015, tetapi harus ditunda hingga tanggal 30.
"Sebelum Pak Jokowi ke Amerika Serikat, saya telepon beliau. Saya bilang supaya menteri-menteri yang rancangan anggarannya belum rampung supaya tidak usah ikut ke AS. Jadi akhir bulan ini bisa selesai APBN 2016. Karena kalau tidak selesai, itu bisa-bisa tahun depan hanya pakai APBN-P 2015," kata Novanto.
Kemudian soal kunker Jokowi ke AS yang sedianya akan menemui bos-bos Apple, Google hingga Facebook di Silicon Valley disebut Novanto sudah lebih dahulu ditemuinya. Waktu itu dia bersama Fadli Zon bahkan bertemu Donald Trump.
"Saya ketemu salah satu orang kaya di sana yang katanya mau jadi bakal calon Presiden. Belum jadi calon ya, tapi sudah seperti itu. Lalu saya diajak untuk hadir di konferensi pers. Saya pikir, bersahaja sekali orang ini," ujar Novanto.
Novanto mengaku niat awal bertemu Trump adalah mengajak berinvestasi di Indonesia. Karena menurut dia Trump bisa membuka banyak lapangan kerja.
"Waktu mau pulang, tiba-tiba saya ditarik sama dia dan dia bilang 'inilah Ketua DPR paling berpengaruh di Indonesia'. Itu dia yang bilang loh, bukan saya. Tapi setelah itu saya dihantam habis-habisan di dalam negeri. Jadi di sana saya dipuji, di sini saya dihajar," kata Novanto.
"Saya cerita bertemu bos-bos di Sillicon Valley sudah tertutup isu bertemu Trump. Padahal isu ini penting. Tapi saya cerita juga ke teman teman DPR supaya gak friend makan friend," lanjut dia.
Acara tersebut dihadiri oleh 132 siswa SMA/SMK/MA seluruh Indonesia yang mengikuti Sidang Parlemen Remaja. Setelah itu Novanto dan para siswa berfoto bersama di tangga Gedung Nusantara.
(bag/tor)











































