Kantor Pertamina dan SPBU di Yogya Dijaga Ketat Polisi

Kantor Pertamina dan SPBU di Yogya Dijaga Ketat Polisi

- detikNews
Rabu, 02 Mar 2005 11:11 WIB
Yogyakarta - Kantor Pertamina Unit Pemasaran IV dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Hal itu dilakukan karena beberapa hari terakhir ini menjadi sasaran aksi demo sejumlah elemen mahasiswa dan LSM di Yogyakarta.Berdasarkan pantauan detikcom Rabu (2/3/2005) hingga pukul 10.00 WIB, kantor Pertamina Unit Pemasaran IV Yogyakarta di Jl Mangkubumi sejak pukul 08.30 WIB sudah dijaga ketat sekitar 100 orang anggota Unit Perintis Sabhara (UPS) Polda Yogyakarta. Dua truk pengangkut personel ditempatkan di halaman kantor dekat pintu gerbang. Sedangkan para petugas berjaga-jaga di luar dan di dalam pagar.Demikian pula dengan sejumlah SPBU di Kota Yogyakarta seperti SPBU Sagan di Jl Prof Herman Yohanes, SPBU di Jl Kusumanegara dan SPBU Terban di Jl Simanjuntak juga dijaga aparat baik berseragam mapun berpakaian preman. Hal serupa juga terjadi di Depo Pertamina di Rewulu di Jl Wates Km 7 Balecatur Gamping Sleman.Seputaran Bunderan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Jl Laksda Adisucipto dan kampus Universitas Islam Indonesia (UII) di Jl Cik Di Tiro yang biasa menjadi langganan tempat demo juga terus diawasi petugas. Sedangkan pintu masuk kantor DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta juga dijaga sekitar 50 aparat Poltabes Yogyakarta."Kita perlu mengamankan di tempat-tempat penting seperti kantor Pertamina, SPBU dan kantor pemerintah agar bila ada aksi tidak menjadi sasaran pengrusakan orang-orang tak bertanggungjawab," Kapoltabes Yogyakarta Kombes Condro Kirono ketika dihubungi >detikcom.Sementara itu kabar akan adanya aksi pemogokan sejumlah awak angkutan berbagai jurusan di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga siang ini juga belum terbukti. Beberapa rute bus di Terminal Giwangan Yogyakarta, baik bus kota dan brs Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Propinsi tetap beroperasi mengangkut penumpang seperti biasa. (nrl/)



Berita Terkait