Fenomena Kabut 'Adveksi' Masih Selimuti Semarang

Fenomena Kabut 'Adveksi' Masih Selimuti Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 20:21 WIB
Fenomena Kabut Adveksi Masih Selimuti Semarang
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Kabut tipis yang menyelimuti Kota Semarang masih terlihat hingga hari ini. Meski demikian dipastikan kabut tersebut bukan asap kebakaran sehingga warga tidak perlu menggunakan masker.

Kepala kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan BMKG Semarang terkait kabut tersebut sejak hari Jumat (23/10) lalu. Diketahui kabut tersebut hasil dari proses Adveksi yaitu pertemuan massa udara basah dan kering sehingga membentuk bidang batas di pulau Jawa dan menghasilkan kondisi cuaca seperti kabut.

"Sudah langsung ke BMKG dan memang bukan asap, tapi pertemuan udara basah dan kering," kata Agus kepada detikcom, Selasa (27/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pantauan detikcom dari Fly Over Kalibanteng, Sungai Kanal Banjir Barat, dan Jalan Pahlawan, kabut terlihat menutupi kawasan Semarang daerah atas. Untuk jarak dekat, kabut memang tidak terlalu nampak.


Terkait kabut berasal dari dugaan asap kebakaran, Agus menegaskan kecil sekali kemungkinan itu terjadi. Gunung Lawu yang terbakar dan menghadap Jawa Tengah asapnya tidak sampai ke Semarang.

"Asap kebakaran tidak sampai, Lawu jauh. Yang kebakar Lawu itu memang ada yang Jateng. Tapi arah asap tergantung angin, kebanyak ke Magetan," tegas Agus.

"Ini bukan asap, jadi tidak perlu masker," imbuhnya.

Diketahui fenomena asap di Kota Semarang mulai disadari warga sejak hari Jumat (23/10) lalu banyak yang menduga kabut merupakan dampak kebakaran di gunung Lawu atau Kalimantan. Namun menurut BMKG dari pantauan satelit Himawari, fenomena tersebut terjadi karena proses adveksi. (alg/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads