Menurut Staf Ahli Menhub bidang Energi dan Lingkungan Nugroho Indrio saat berbincang di Washington DC, Selasa (27/10/2015) pada 2018 sudah akan diterapkan di industri penerbangan sipil Indonesia.
"Secara general dengan FAA dijamin biofuel tidak mengganggu keselamatan juga berbicara dengan Boeing engine tidak terganggu. Bioefuel aman dan terjamin tidak mengganggu keselmatan dan efisiensi," urai dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia akan menggunakan bahan alami dari sawit. Pihak FAA sudah mengamini dan melakukan pengawasan serta membantu dalam urusan transfer teknologi terkait biofuel.
"Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan ini bagian dari Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK," urai dia.
Kenapa sawit dipilih? Menurutnya bahan sumber daya sawit tersedia di Indonesia. Bahan biofuel di tiap negara memang berbeda, Amerika menggunakan tebu.
"Di penerbangan prinsip utama zero tollerance. Keselamatan dan pelayanan yang utama," tutur dia.
Pada 2018 campuran biofuel di avtur pesawat sebanyak 3 persen dan ini akan dibuat aturannya. Dan pada 2025 menjadi 5 persen.
"Pertamina dan ESDM nanti yang menangani produk avtur biofuel. Kemenhub dari regulasi penerbangan," tutup dia. (dra/mok)











































