Inisiator Pansus Kebakaran Hutan dan Lahan Akan Temui Pimpinan DPR Besok

Inisiator Pansus Kebakaran Hutan dan Lahan Akan Temui Pimpinan DPR Besok

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 16:44 WIB
Inisiator Pansus Kebakaran Hutan dan Lahan  Akan Temui Pimpinan DPR Besok
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Wakil Ketua Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi yang juga inisiator pembentukan Pansus Kebakaran Hutan dan Lahan mengklaim seluruh fraksi mendukung pansus. Bila tak ada hambatan, tanda tangan para anggota dewan dari berbagai fraksi yang setuju bentuk pansus ini akan dilaporkan ke pimpinan DPR.

Viva yakin jumlah anggota dewan yang menandatangani dukungan pansus akan bertambah.

"Sampai tadi jam 12.00 WIB, sudah 57 anggota. Saya yakin jumlahnya akan bertambah. Besok rencananya, kami akan temui pimpinan (DPR)," ujar Viva Yoga di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menemui pimpinan, menurut Viva, pihaknya berharap bisa memasukan agenda pembentukan pansus ini ke dalam paripurna penutupan masa sidang pada Jumat (30/10).

"Ya, diusahakan masuk (paripurna)," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap

Lanjutnya, dia menjelaskan pembentukan pansus ini agar bisa membantu pemerintah dalam menemukan solusi kebakaran hutan dan lahan. Ia tak ingin kejadian ini berulang kembali.

Misalnya, persoalan aturan izin kemudahan pembukaan lahan.

"Membantu pemerintah agar persoalan kebakaran lahan hutan tidak terulang lagi. Menyangkut law investment, izin-izin yang dikeluarkan divalidasi, verifikasi," sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV Edhy Prabowo mengatakan sudah delapan fraksi yang memberikan dukungan terhadap pembentukan pansus kebakaran hutan dan lahan. Dari sepuluh fraksi, hanya NasDem dan Hanura karena menunggu pimpinan fraksi.

"Sudah tujuh fraksi yang setuju. PKB satu lagi baru masuk. PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, PPP. PKB baru masuk. Kalau NasDem dan Hanura masih belum, tunggu izin dari pimpinan fraksi," ujar Edhy saat diwawancara terpisah.


(hty/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads