Ditanya Reshuffle Jilid II, Ketum PAN: Kita Lagi Sibuk Soal Asap

Ditanya Reshuffle Jilid II, Ketum PAN: Kita Lagi Sibuk Soal Asap

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 16:00 WIB
Ditanya Reshuffle Jilid II, Ketum PAN: Kita Lagi Sibuk Soal Asap
Foto: CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad
Jakarta - PAN diisukan bakal masuk jajaran kabinet jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle untuk kedua kalinya. Saat ditanya mengenai hal tersebut, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengelak.

"Itu enggak ada itu, itu terserah aja, saya ini Ketua MPR, mengerti aturan, apalagi sekarang kita lagi sibuk menanggulangi asap, biarlah menteri-menteri bekerja dengan baik dan bagus, enggak usah soal reshuffle, soal asap menghantui kita, oleh karena itu kita bekerja terus bersama-sama," ujar Zulkifli usai menghadiri acara peluncuran dan bedah buku "Revolusi Pancasila" karya Yudi Latif di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Memang sebelum masuk ke ruang acara, Zulkifli sempat bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di salah satu ruangan. Namun Dia kembali menegaskan, obrolan dengan Mega hanya seputar persoalan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu enggak bicara seperti itu ke Bu Mega, kalau kabinet itu kan kami tahu, haknya presiden, enggak ada soal itu. Tapi bicara soal Pancasila, soal sistem kenegaraan kita," lanjutnya.

Sementara itu, Zulkifli juga menjelaskan, menjelang peringatan Sumpah Pemuda besok, Rabu (28/10), persaudaraan antar warga bangsa harus kembali diperkuat. Karena menurutnya, tali persaudaraan kini mulai merenggang.

"Ya itulah yang harus kita renungkan kembali, yang harus kita resapkan kembali, persatuan dan kebangsaan, satu bangsa satu tanah air, bahwa kita ini bersaudara, itu yang harus diperkuat kembali," ucapnya.

"Roh kebangsaan, cinta kebangsaan, itu yang harus kita perkuat kembali, setelah 18 tahun kita reformasi, yang kadang-kadang kini sudah agak menjauh, persaudaraan kebangsaan menjauh, cinta tanah air, kita berlomba lomba merusak lingkungan," kata Ketua MPR RI ini.

Dia juga berpesan agar masyarakat bergotong royong untuk menangani bencana asap ini. Penanggulangan ini bukan saja urusan pemerintah di daerah atau pusat namun urusan seluruh warga bangsa.

"Kebakaran tidak mungkin mengandalkan pemerintah daerah dan sebagainya. Seluruh kekuatan harus bantu pemadaman kebakaran. Butuh kekuatan besar, TNI, Polri harus turun untuk menanggulangi asap ini," tuturnya. (yds/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads