"Untuk bisa merevolusikan Pancasila, bangsa Indonesia harus memiliki tiga kesaktian (Trisakti) di tiga ranah perubahan sosial: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata Zulkifli sambutannya di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2015).
Zulkifli lantas memaparkan konsep tiga kesaktian itu. Pertama adalah revolusi mental-kultural diarahkan agar bangsa Indonesia bisa berkepribadian dalam kebudayaaan, dengan mewujudkan masyarakat religius yang berprikemanusiaan, yang egaliter, mandiri, amanah dan terbebas dari berhala materialisme-konsumerisme; serta sanggup menjalin persatuan (gotong-royong) dengan semangat pelayanan (pengorbanan). Pijakan dasarnya teruama prinsip-prinsip yang terkadung pada sila ke-1,2 dan 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya adalah revolusi material (ekonomi) diarahkan agar bangsa Indonesia bisa berdikari (mandiri) dalam ekonomi, dengan mewujudkan perekonomian merdeka yang berkeadilan dan berkemakmuran; berlandaskan usaha tolong-menolong (gotong-royong) dan pengusaan negara atas cabang-cabang produksi yang penting-yang menguasasi hajat hidup orang banyak, serta atas bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya; seraya memberi peluang bagi hak milik pribadi dengan fungsi sosial. Pijakan dasarnya terutama prinsip-prinsip yang terkadung pada sila ke-5.
"Ketiga ranah revolusi tersebut bisa dibedakan tapi tak dapat dipisahkan. Satu sama lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Ketiganya, secara sendiri-sendiri maupun secara simultan, diarahkan untuk mencapai tujuan Revolusi Pancasila: mewujudkan perikehidupan kebangsaan dan kewargaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (material dan spiritual), berlandaskan Pancasila," pungkasnya. (yds/van)










































