Ketua MPR: Indonesia Perlu Revolusi Mental, Politik dan Ekonomi

Ketua MPR: Indonesia Perlu Revolusi Mental, Politik dan Ekonomi

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 15:04 WIB
Ketua MPR: Indonesia Perlu Revolusi Mental, Politik dan Ekonomi
Foto: MPR RI
Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri seminar nasional dan peluncuran buku berjudul 'Revolusi Pancasila' karya Yudi Latif. Zulkifli menekankan pentingnya revolusi mental, politik dan ekonomi guna mewujudkan revolusi Pancasila.

"Untuk bisa merevolusikan Pancasila, bangsa Indonesia harus memiliki tiga kesaktian (Trisakti) di tiga ranah perubahan sosial: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata Zulkifli sambutannya di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Zulkifli lantas memaparkan konsep tiga kesaktian itu. Pertama adalah revolusi mental-kultural diarahkan agar bangsa Indonesia bisa berkepribadian dalam kebudayaaan, dengan mewujudkan masyarakat religius yang berprikemanusiaan, yang egaliter, mandiri, amanah dan terbebas dari berhala materialisme-konsumerisme; serta sanggup menjalin persatuan (gotong-royong) dengan semangat pelayanan (pengorbanan). Pijakan dasarnya teruama prinsip-prinsip yang terkadung pada sila ke-1,2 dan 3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua, revolusi politik diarahkan agar bangsa Indonesia bisa berdaulat dalam politik, dengan mewujudkan agen perubahan politik dalam bentuk integrasi kekuatan nasional melalui demokrasi permusyawaratan yang berorientasi persatuan (negara kekeluargaan) dan keadilan (negara kesejahteraan); dengan pemerintahan negara yang melindungi segenep bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemedekaan, perdamaian dan keadilan. Pijakan dasarnya teruma prinsip-prinsip yang terkadung pada sila ke-4," katanya.

Selanjutnya adalah revolusi material (ekonomi) diarahkan agar bangsa Indonesia bisa berdikari (mandiri) dalam ekonomi, dengan mewujudkan perekonomian merdeka yang berkeadilan dan berkemakmuran; berlandaskan usaha tolong-menolong (gotong-royong) dan pengusaan negara atas cabang-cabang produksi yang penting-yang menguasasi hajat hidup orang banyak, serta atas bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya; seraya memberi peluang bagi hak milik pribadi dengan fungsi sosial. Pijakan dasarnya terutama prinsip-prinsip yang terkadung pada sila ke-5.

"Ketiga ranah revolusi tersebut bisa dibedakan tapi tak dapat dipisahkan. Satu sama lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Ketiganya, secara sendiri-sendiri maupun secara simultan, diarahkan untuk mencapai tujuan Revolusi Pancasila: mewujudkan perikehidupan kebangsaan dan kewargaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (material dan spiritual), berlandaskan Pancasila," pungkasnya. (yds/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini