Penghargaan untuk Kota Kediri diserahkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (26/10/2015). Kota Kediri meraih juara tiga di bawah Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Jombang.
Penilaian didasarkan pada kelembagaan, promosi, pelayanan, dan kinerja penanaman modal. Tim penilai datang secara langsung ke Kediri. Tak cuma mensurvei alur atau prosedur investasi, tapi juga menemui pelaku usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Kediri dinilai baik dalam hal penanaman modal. Abu menuturkan, sejauh ini investasi di kotanya dominan di bidang pendidikan, terutama kampus. Saat ini, Kediri menjadi magnet bagi pelajar atau mahasiswa di daerah sekitar seperti Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, dan lain-lain.
"Semoga penghargaan ini memacu kerja jajaran Pemkot," kata Abu yang baru 1,5 tahun menjabat wali kota ini.
Salah satu kekurangan yang dihadapi adalah kantor. Saat ini, kantor perizinan masih menumpang di Pemkot. Abu berencana membangun kantor tersendiri agar perizinan lebih optimal.
Di tengah perasaan bangga akan laju investasi Kediri, Abu resah soal kondisi kota. Dia kerap kesal mengetahui trotoar atau jalan berlubang. Ternyata, tukang gali kabel tidak menutup kembali lubang setelah penanaman kabel kelar.
"Kalau ditanya, mereka mengaku dapat izin dari pusat. Makanya, saya berencana membangun fiber optik untuk pemerintahan, warga, dan swasta, agar tidak perlu gali-gali lagi," tutup pria 35 tahun ini.
Bisa jadi tidak hanya terjadi di Kota Kediri yang merasakan efek tukang gali kabel atau pipa. Adakah kejadian serupa di kota Anda? Bagaimana performa tukang gali kabel atau pipa di kota Anda? (try/nrl)











































